Friday, April 15, 2011

Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Terhadap Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Malang

ABSTRAKSI

Fitriyati, Husnul Yulita, 2005, Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Terhadap Keputusan Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta Di Kota Malang (Studi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, Universitas Muhammadiyah Malang), Skripsi, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Brawijaya Malang, Pembimbing Drs. Sugeng Pinando, M.Pd.

Kata Kunci : Analisis, Keputusan, Pemilihan Perguruan Tinggi Swasta

Perguruan Tinggi Swasta berperan dalam memberikan layanan pendidikan kepada calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. Menjamurnya Perguruan Tinggi Swasta pada kota – kota di tiap – tiap provinsi, juga terjadi di Kota Malang yang notabene dijuluki sebagai Kota Pendidikan. Malang menjadi salah satu tempat tujuan mengenyam pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Banyaknya jumlah Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, menyebabkan persaingan antar Perguruan Tinggi Swasta yang semakin ketat. Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang berusaha untuk bersaing dengan menarik minat mahasiswa mengenyam pendidikan di salah satu lembaga pendidikan tinggi swasta tersebut. Perguruan Tinggi Swasta perlu mengetahui informasi mengenai kebutuhan dan keinginan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Informasi itu dapat dijadikan dasar pijakan pengambilan keputusan yang berkualitas oleh Perguruan Tinggi Swasta – Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang dalam merebut pangsa pasar.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa terhadap pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui faktor dominan yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih Perguruan Tinggi Swasta di Malang.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional sampling yang berujuan agar sampel yang diambil tidak hanya berasal dari satu sub populasi tetapi tersebar. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor yang dilakukan pada 16 variabel yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa terjadi pengurangan variabel pada 16 variabel menjadi 15 variabel. Variabel yang dikeluarkan dari analisis faktor adalah variabel penghasilan orang tua, hal ini disebabkan variabel ini tidak memenuhi persyaratan Komunalitas dimana variabel yang dinyatakan memenuhi persyaratan kecukupan dengan nilai lebih besar dari 0,5, sedangkan variabel penghasilan orang tua mempunyai nilai 0,136.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan analisis faktor terdapat 15 variabel yang dikelompokkan ke dalam 6 faktor yaitu, faktor produk, faktor harga, faktor bukti fisik perguruan tinggi, faktor orang-orang, faktor kelompok referensi, dan faktor motivasi. Dari kelima faktor tersebut faktor motivasi merupakan faktor terpenting atau dominan yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa terhadap pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang dengan prosentase keragaman 14,061% dari total prosentase keragaman yaitu 73,599%.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Saat ini dunia berada dalam kondisi yang serba maju dan bebas. Kemajuan teknologi yang tidak terbatas terjadi setiap hari, menit, bahkan detik. Perkembangan – perkembangan teknologi terjadi di setiap belahan dunia. Kedinamisan pergerakan kemajuan tersebut sudah merupakan tuntutan yang secara otomatis harus dipenuhi untuk memberi kemudahan bagi setiap orang. Masyarakat semakin haus akan perubahan yang lebih maju untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kebebasan berinteraksi di luar batas negara sudah menjadi prasyarat pengembangan diri, baik dalam pengertian individu maupun kelompok atau organisasi. Hal tersebut mengindikasikan persaingan yang semakin ketat. Untuk dapat berperan dan bersaing dalam kondisi dunia yang semakin maju dan bebas, pendidikan menjadi syarat mutlak. Pendidikan menjadi sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan melalui pengajaran yang diberikan.

Setiap jenjang pendidikan sudah seharusnya dilalui oleh setiap orang. Bahkan semakin pentingnya peran pendidikan, pemerintah Indonesia memberlakukan program wajib belajar 9 tahun. Dimana anak – anak wajib menempuh pendidikan minimal hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama. Tetapi kondisi persaingan yang semakin ketat, tidak cukup hanya berhenti pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang dilalui semkain tinggi pula tingkat pengetahuan dan kemampuan seorang individu. Bahkan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas saat ini menjadi syarat minimal untuk mengenyam pendidikan. Hal tersebut terjadi karena tuntutan zaman untuk dapat menjadi individu yang bertahan dalam badai persaingan. Dimana menempuh pendidikan tidak hanya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama atau bahkan Sekolah Menengah Atas, tetapi pada tingkat yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi.

Perguruan Tinggi merupakan tingkat pendidikan yang mendekati dunia kerja. Dalam perguruan tinggi, pendidikan yang ditempuh difokuskan pada satu bidang konsentrasi minat dan nantinya diharapkan dapat diimplementasikan dalam dunia kerja. Keinginan masyarakat terutama pemuda untuk memiliki karier yang baik dan berperan dalam ketatnya dunia persaingan, mendorong timbulnya begitu banyak Perguruan Tinggi yang menyebar di seluruh Indonesia. Perguruan Tinggi Negeri yang terdapat di Indonesia hanya dapat menampung calon mahasiswa yang tersaring dalam Seleksi Pemilihan Mahasiswa Baru (SPMB) melalui ujian yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Tetapi bagaimana dengan calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri? Hal ini menjadi peluang untuk mendirikan Perguruan Tinggi Swasta, yang ingin memberikan layanan pendidikan kepada calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini di setiap provinsi bahkan di setiap kota terdapat Perguruan Tinggi Swasta. Perguruan Tinggi Swasta berlomba - lomba untuk merebut minat calon mahasiswa untuk mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.

Menjamurnya Perguruan Tinggi Swasta pada kota – kota di tiap – tiap provinsi, juga terjadi di Kota Malang yang notabene dijuluki sebagai Kota Pendidikan. Malang menjadi salah satu tempat tujuan mengenyam pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Beberapa contoh Perguruan Tinggi Swasta di Malang antara lain Universitas Merdeka Malang, Universitas Muhammadiyah, Universitas Gajayana, Universitas Widyagama dan beberapa Perguruan Tinggi Swasta lain yang tumbuh di Malang. Banyaknya jumlah Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang, menyebabkan persaingan antar Perguruan Tinggi Swasta yang semakin ketat. Calon mahasiswa bebas memilih Perguruan Tinggi Swasta mana yang mereka minati sebagai tempat untuk mengikuti perkuliahan.

Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang berusaha untuk bersaing dengan menarik minat mahasiswa mengenyam pendidikan di salah satu lembaga pendidikan tinggi swasta tersebut. Layaknya dalam teori pemasaran, agar dapat menarik minat mahasiswa tersebut, Perguruan Tinggi Swasta perlu mengetahui informasi mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen, dimana dalam konteks ini konsumen adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Malang. Informasi itu dapat dijadikan dasar pijakan pengambilan keputusan yang berkualitas oleh Perguruan Tinggi Swasta – Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang dalam merebut pangsa pasar.

Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin melakukan penelitian mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap pemilihan Perguruan Tinggi Swasta, yaitu Universitas Gajayana Malang, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Diharapkan melalui penelitian tersebut, dapat diketahui kebutuhan dan keinginan dari mahasiswa akan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang.

1.2. Perumusan Masalah

1. Faktor – faktor apa sajakah yang mempengaruhi keputusan mahasiswa Fakultas Ekonomi terhadap pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang yaitu Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah ?

2. Diantara faktor – faktor tersebut, manakah faktor yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pemilihan Perguruan Tinggi Swasta?

1.3. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa Fakultas Ekonomi terhadap pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Malang, yaitu Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan mahasiswa Fakultas Ekonomi terhadap pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Malang, yaitu Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah.

1.4. Manfaat Penelitian

1. Bagi penulis

Membandingkan teori – teori yang telah didapatkan selama perkuliahan melalui penelitian yang dilakukan, serta mengembangkan kemampuan berpikir analisis dan kritis terhadap masalah yang ada.

2. Bagi Perguruan Tinggi Swasta

Sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi Perguruan Tinggi Swasta untuk mengembangkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan mahasiswa.

3. Bagi calon mahasiswa

Memberikan gambaran kepada calon mahasiswa sebelum memutuskan untuk memilih salah satu Perguruan Tinggi Swasta sebagai tempat mengikuti perkuliahan atau untuk menuntut ilmu..

4. Bagi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta

Memberikan masukan - masukan untuk membina Perguruan Tinggi Swasta.

5. Bagi Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Swasta wilayah Malang

Digunakan sebagai salah satu acuan mensinergikan kegiatan untuk pengembangan Perguruan Tinggi Swasta wilayah Malang.

1.5. Sistematika Penulisan

BAB I : Pendahuluan

Pada bab pendahuluan, akan diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori

Pada bab ini akan akan menguraikan mengenai teori - teori yang menjadi dasar pemikiran dalam penelitian.

BAB III : Metode Penelitian

Bab ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, metode pengumpulan data, teknik pengumpulan data, populasi dan sampel, definisi operasional, dan diakhiri dengan teknik analisis data.

BAB IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini akan dikemukakan secara rinci deskripsi responden, dijelaskan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian berdasarkan atas metode maupun teknik yang telah ditetapkan sebelumnya.

BAB V : Penutup

Bab ini berisikan kesimpulan yang diuraikan secara ringkas dari hasil penelitian dan saran – saran yang harus ditindak lanjuti.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Tentang Pemasaran

Konsentrasi dasar untuk pembahasan masalah yang telah dirumuskan pada bab I adalah pemasaran. Pemahaman akan definisi pemasaran sangat diperlukan. Menurut Kottler (2002 : 9), pemasaran didefinisikan sebagai berikut :

“ Suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.”

Dari definisi tersebut di atas, proses sosial menunjukkan peran pemasaran dalam masyarakat untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen akan suatu produk baik barang maupun jasa. Pada akhirnya peran pemasaran berusaha untuk menawarkan produk dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Definisi lain tentang pemasaran adalah :

“ Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan implementasi dari konsep, price, promosi, dan distribusi (ide, produk, maupun jasa) sehingga dapat diciptakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus” ( American Marketing Assossiation / AMA dalam Fredy Rangkuti, 2002).

Hal tersebut serupa dengan definisi pemasaran menurut Swastha dan Handoko (2000 : 4) yaitu :

“ Suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”

Berdasarkan definisi tersebut, pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan, menentukan produk yang hendak diproduksi, menentukan harga produk yang sesuai, menentukan cara – cara promosi dan penyaluran produk tersebut.

Seperti yang ditulis Fredy Rangkuti (2002) adalah :

“ Tujuan dari kegiatan pemasaran adalah :

1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.

2. Perusahaan dapat menjelaskan secar detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat “

2.2. Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran adalah sebuah filosofi bisnis yang menantang tiga orientasi bisnis yaitu konsep produksi, konsep produk, dan konsep penjualan / menjual. Pemikiran dasar dari konsep pemasaran terwujud pada pertengahan tahun 1950-an.

Berdasar Kotler (2002, 22) konsep pemasaran menegaskan bahwa :

“ Kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menajdi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih .”

Konsep pemasaran Kotler tersebut menekankan pada nilai pelanggan yang harus dikomunikasikan kepada pasar sasaran dengan lebih efektif dibandingkan dengan pesaing – pesaing lainnya.

Konsep pemasaran Kottler tersebut memiliki maksud yang hampir sama dalam Kotler dan Gary Armstrong (2001 : 23) yang mengatakan bahwa :

“ untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target market) dan memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien daripada yang dilakukan oleh pesaing.”

Konsep pemasaran memandang dari luar ke dalam. Konsep ini dimulai dari pasar yang dikenal baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua aktivitas pemasaran yang mempengaruhi pelanggan dan membuat laba dengan menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan. Dengan konsep pemasaran, organisasi membuat apa yang diinginkan pelanggan, dan karenanya memuaskan pelanggan dan menghasilkan laba.

Untuk lebih jelasnya dari konsep pemasaran dapat dilihat dari gambar II.1 yang berdasarkan Kotler (2002 : 22), yaitu :

Gambar II. 1

Right Arrow:  Pasar           Kebutuhan         Pemasaran          Laba melalui ke-       Sasaran         Pelanggan         Terintegrasi        puasan pelangganKonsep Pemasaran

Sumber : Philip Kotler, Marketing Management, Edisi 10, Jilid 1, Prenhalindo 2002 : 22

Sedangkan menurut Sofyan Assauri (1998 : 76) adalah :

“ Konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada keputusan dan keinginan konsumen dengan didukung untuk kegiatan – kegiatan pemasaran terpadu yang daiarahkan untuk memberikan kepuasan konsumen sebagai kunsi keberhasilan organisasi dalam usahanya, mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Konsep pemasaran dibagi menjadi 4 unsur, yaitu :

1. Orientasi pada konsumen

2. Kegiatan pemasaran yang terpadu

3. Keputusan kosumen / pelanggan

4. Tujuan perusahaan jangka panjang”

Konsep pemasaran mengajarkan bahwa kegiatan pemasaran suatu perusahaan harus dimulai dengan usaha mengenal dan memuaskan kebutuhan konsumen. Konsep pemasaran berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk dan penjualan dimana konsep – konsep tersebut berorientasi pada produk perusahaan dan meningkatkan kegiatan penjualan untuk menaikkan volume penjualan yang menguntungkan.

2.3. Tinjauan Tentang Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah organisasi dalam usaha pendidikan yang menghasilkan produk berupa jasa pendidikan dan harus dipasarkan kepada konsumen.

Menurut Ndara Taliziduhu (1998:188)

“Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses produk. Ada 2 macam produk :

1. Nilai tambah manusiawi yang diperoleh mahasiswa yang bersangkitan, sehingga diharapkan siap memasuki dunia nyata dalam masyarakat. Termasuk dalam kategori ini pembentukan dan transformasi nilai. Inilah produk perguruan tinggi sebagai proses edukatif dan proses pertimbangan (value judgement)

2. Temuan ilmiah (scientific discoveries) dan inovasi teknologi (technological innovation) inilah produk perguruan tinggi sebagai proses riset.”

Dalam mengelola Perguruan Tinggi harus diangkat satu hal unik dan khas oleh lembaga pendidikan yaitu mahasiswa sebagai bahan baku yang hendak di bentuk (diproses) sekaligus sebagai konsumen yang berkepentingan mahasiswa juga sebagai modal utama (yang membiayai) proses tersebut dan gilirannya akan menjadi produsen pada lembaga yang sama (regenerasi).

2.4. Perilaku Konsumen

Menurut konsep pemasaran, pengetahuan dan pemahaman terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen adalah dasar dalam membangun kepuasan konsumen. Oleh karena itu, pemahaman akan perilaku konsumen sangat diperlukan dalam pemasaran.

Menurut pengertian dari Philip Kottler dan GaryArmstrong (2001 : 195)

“ Perilaku membeli konsumen (consumer buying behaviour) merujuk pada perilaku membeli konsumen akhir – individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.”

Dari pengertian tersebut perilaku membeli konsumen terfokus pada konsumen akhir yang membeli produk barang maupun jasa untuk konsumsi pribadi

Sedangkan menurut Michael R.Solomon dan Elnora W.Stuart (2003 : 161) “Consumer behaviour is the process individuals or groups go through to select, purchase, or use goods, ideas, or experiences to satisfy their needs dan desires.”

Pengertian tersebut mengindikasikan agar pemasar mencoba untuk mengenal bahwa pembuatan keputusan oleh konsumen merupakan sebuah proses yang berkelanjutan.

Selain pengertian tersebut, terdapat pula beberapa pengertian mengenai perilaku konsumen, antara lain :

Menurut John C.Mowen dan Michael Minor (2002 : 6)

“ Perilaku konsumen sebagai suatu studi tentang unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide – ide”.

Sedangkan berdasarkan David L. Louden dan Albert J. Della Bitta dalam Husein Umar (2003 : 11)

“ Perilaku konsumen dengan suatu proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang – barang dan jasa.”

Pengertian perilaku konsumen menurut Nessim Hanna dan Richard Wazniak dalam Husein Umar (2003 : 11)

“ Perilaku konsumen merupakan suatu bagian dari aktivitas – aktivitas kehidupan manusia, termasuk segala sesuatu yang teringat olehnya akan barang atau jasa yang dapat dipergunakan sehingga ia akhirnya menjadi konsumen.”

Dari tiga pengertian perilaku konsumen dalam Husein Umar dapat dikemukakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan – tindakan nyata individu atau kumpulan individu yang dipengaruhi aspek eksternal dan internal yang menyerahkan konsumen untuk memilih dan mengkonsumsi barang atau jasa yang diinginkan.

2.5. Jenis Perilaku Konsumen

Perilaku membeli sangat berbeda antara individu satu dengan lainnya pada suatu produk. Perilaku pembelian berbeda untuk sebuah produk misalnya pasta gigi, raket tenis, kamera mahal, mobil baru dan jenis produk lainnya. Semakin kompleks keputusan biasanya akan melibatkan semakin banyak pihak yang terkait dan semakin banyak pihak yang terkait dan semakin banyak pertimbangan.

Menurut Kottler dan Gary Armstrong (2001 : 219), terdapat tipe – tipe perilaku membeli berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan di antara berbagai merek, yang dipergunakan pada Bagan II.1

Bagan II.1

Tipe – tipe perilaku konsumen


Keterlibatan tinggi

Keterlibatan rendah

Perbedaan yang mendasar yang ada di antara merk

Perilaku membeli yang komplek

Perilaku membeli yang mencari variasi

Sedikit perbedaan di antara merk yang ada

Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan

Perilaku membeli karena kebiasaan

Sumber : Philip Kottler dan Gary Armstrong, Principle Marketing, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga 2001 : 221.

Pada bagan tersebut terdapat empat perilaku membeli konsumen yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Perilaku Membeli yang Kompleks (Complex Buying Behaviour)

Konsumen menjalankan perilaku membeli yang kompleks ketika benar – benar terlibat dalam pembelian dan mempunyai pandangan – pandangan yang berbeda antara merek yang satu dengan merek yang lainnya. Konsumen mungkin terlibat ketika produknya mahal, beresiko, jarang dibeli, dan sangat menonjolkan ekspresi diri. Biasanya, konsumen harus banyak belajar mengenai kategori produk tersebut.

Pembeli ini akan melalui proses belajar mengenai kategori produknya, sikap, kemudian membuat pilihan pembelian yang dipikirkan masak- masak.

Dari pembahasan tersebut dapat dikemukakan bahwa perilaku membeli yang kompleks merupakan perilaku membeli konsumen dalam berbagai situasi bercirikan keterlibatan mendalam konsumen dalam membeli, dan adanya perbedaan pandangan yang signifikan antar merek yang satu dengan yang lain.

2. Perilaku Membeli yang Mengurangi Ketidakcocokan (Dissonance-reducing buying behaviour)

Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen sangat terlibat dengan pembelian yang mahal, jarang, dan beresiko, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan di antara merek – merek yang ada.

Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami ketidakcocokan pasca pembelian (merasa tidak nyaman setelah membeli) ketika konsumen menemukan kelemahan – kelemahan tertentu tentang merek yang dibeli atau mendengar hal – hal bagus mengenai merek lain yang tidak dibeli.

Perilaku membeli yang mengurangi ketidakcocokan dapat dijelaskan bahwa perilaku membeli konsumen dalam situasi bercirikan keterlibatan konsumen yang tinggi tetapi sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek – merek yang ada.

3. Perilaku Membeli karena Kebiasaan (Habitual Buying Behaviour)

Perilaku membeli karena kebiasaan terjadi dalam kondisi keterlibatan konsumen yang rendah dan kecilnya perbedaan antar merek.

Konsumen tidak mencari informasi secara ekstensif mengenai suatu merek, mengevaluasi sifat – sifat merek tersebut, dan mengambil keputusan yang berarti merek apa yang akan dibeli.

Konsumen tidak membentuk sikap yang kuat terhadap suatu merek, konsumen memilih merek tersebut karena dikenal. Konsumen tidak terlalu terlibat dengan produk, mungkin konsumen tidak akan mengevaluasi pilihan bahkan setelah membeli.

4. Perilaku Membeli yang Mencari Variasi

Pelanggan menjalankan perilaku membeli yang mencari variasi dalam situasi yang bercirikan rendahnya keterlibatan konsumen namun perbedaan merek dianggap cukup berarti. Dalam kasus semacam ini, konsumen seringkali berganti merek.

2.6. Model Perilaku Konsumen

Konsumen menentukan berbagai pilihan pembelian. Diperlukan penyelidikan keputusan pembelian konsumen secara rinci untuk menemukan apa yang dibeli konsumen, dimana konsumen membeli, kapan membeli, dan mengapa konsumen sampai membeli. Mengetahui dan memahami pembelian aktual konsumen dapat dipelajari, tetapi menyelidiki sebab – sebab perilaku membeli tidak mudah karena jawabannya seringkali tersimpan dalam – dalam di kepala konsumen. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut diperlukan pengetahuan tentang model rangsangan tanggapan dari perilaku membeli yang ditunjukkan pada bagan II.2 menurut Philip Kotller dan Gary Armstrong (2001 : 196)

Bagan II.2

Model Perilaku Konsumen

Pemasaran dan rangsangan lainnya


Kotak Hitam Pembeli


Tanggapan Pembeli

Perangsang Penjualan

Perangsang lainnya


Karakteristik pembeli

Proses keputusan membeli


Keputusan pembeli

Produk

Ekonomi


Budaya

Pengenalan masalah


Pemilihan produk dan jasa

Harga

Teknologi

Sosial

Pencarian informasi

Pemilihan pemasok

Distribusi

Politik


Perorangan

Evaluasi keputusan


Penentuan saat pembelian

Promosi

Budaya


Kejiwaan

Perilaku pasca pembelian


Jumlah pembelian

Sumber : Philip Kotler dan Gary Armstrong, Principle Marketing, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga 2001 : 196.

Bagan tersebut menunjukkan bahwa pemasaran dan rangsangan lainnya memasuki “kotak hitam” konsumen dan menghasilkan tanggapan tertentu. Orang pemasaran harus menebak apa yang ada dalam kotak hitam pembeli. Rangsanagan dari empat P : product, price, place, promotion (produk, harga, distribusi, dan promosi). Rangsangan lainnya mencakup kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli : ekonomi, teknologi, politik, dan budaya. Seluruh masukan ini memasuki kotak hitam pembeli, lalu diubah menjadi satu susunan tanggapan pembeli yang dapat diselidiki : pemilihan barang dan jasa, pemilihan pemasok, penentuan saat pembelian, dan jumlah pembelian.

Orang pemasaran ingin memahami bagaimana rangsangan tersebut berubah menjadi tanggapan – tanggapan di dalam kotak hitam konsumen, yang memiliki dua bagian : Pertama, karakteristik pembeli yang mempengaruhi bagaimana bersikap dan bereaksi terhadap rangsangan, Kedua, proses keputusan pembeli itu sendiri yang mempengaruhi perilaku pembelian.

2.7 Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sperti yang ditunjukkan pada bagan II.3, menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (2001 : 196)

Bagan II.3

Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Budaya

Sosial

Pribadi

Psikologis

Sumber : Philip Kotler dan Gary Armstrong, Principle Marketing, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga 2001 : 196.

1. Faktor – faktor budaya

Faktor – faktor budaya memberikan pengaruh paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen.

a) Budaya (culture)

Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan susunan nilai – nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari anggota suatu masyarakat dari keluarga dan institusi penting lainnya. Menemukan produk baru yang diinginkan konsumen dapat dilakukan dengan berusaha selalu mencoba menemukan pergeseran budaya.

b) Sub kebudayaan

Sikap kebudayaan mengandung sub kebudayaan (subculture) yang lebih kecil, atau kelompok orang – orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Subkebudayaan meliputi kewarganegaraan, agama, kelompok, ras, dan derah geografis. Banyak sub kebudayaan yang membentuk segmen pasar penting, dan orang pemasaran seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

c) Kelas sosial (social culture)

Hampir setiap masyarakat memilki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas – kelas sosial (social classes) adalah bagian – bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota – anggotanya mempunyai nilai – nilai, kepentingan, dan perilaku yang sama.

Kelas sosial tidak ditentukan oleh satu faktor saja, misalnya pendapatan, tetapi ditentukan sebagai suatu kombinasi pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kesejahteraan, dan variabel lainnya. Dalam beberapa sistem sosial, anggota – anggota dan kelas – kelas yang berbeda menggunakan aturan – aturan tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial masyarakat. Orang – orang dalam kelas sosial cenderung menunjukkan perilaku membeli yang serupa.

2.Faktor – faktor Sosial

a) Kelompok acuan

Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok (group) kecil. Kelompok secara langsung mempengaruhi dan dimilki seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Beberapa di antaranya adalah kelompok primer yang memiliki interaksi reguler tetapi informal – seperti keluarga, teman – teman, tetangga, dan rekan sekerja. Beberapa di antaranya adalah kelompok sekunder, yang lebih formal dan memiliki lebih sedikit interaksi reguler. Kelompok sekunder ini mencakup organisasi – organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional, dan serikat buruh.

Kelompok acuan (reference group) berfungsi sebagai titik banding / referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Kelompok acuan mengarahkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru, mempengaruhi sikap dan konsep diri orang tersebut, dan memberikan dorongan untuk menyesuaikan diri sehingga akan mempengaruhi pilihan produk dan merek orang itu.

b) Keluarga

Anggota keluarga dapat sangat mempengaruhi perilaku pembeli. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat.

c) Peran dan status

Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat ditetapkan baik lewat perannya maupun statusnya dalam organisasinya. Peran (role) seseorang meliputi kegiatan – kegiatan yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang – orang yang ada di sekitar individu tersebut.

Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Seseorang seringkali memilih produk yang menunjukkan status individu tersebut dalam masyarakat.

3.Faktor – faktor pribadi

a) Umur dan tahap siklus hidup

Seseorang mengubah barang dan jasa yang dibeli selama hidup orang tersebut. Selera terhadap makanan, pakaian, meubel, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan usia. Pembelian juga dibentuk oleh tahap siklus hidup keluarga – tahap – tahap yang mungkin dilalui keluarga sesuai dengan kedewasaan anggotanya.

b) Pekerjaan

Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Orang pemasaran mencoba mengidentifikasi kelompok – kelompok pekerja yang memiliki minat yang rata – rata lebih tinggi pada barang dan jasa yang dihasilkan. Bahkan dapat berspesialisasi menghasilkan prosuk – produkyang dibutuhkan satu kelompok pekerjaan tertentu.

c) Situasi ekonomi

Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produknya. Pemasar mengamati tren pendapatan, tabungan pribadi, dan tingkat bunga. Jika indikator – indikator ekonomi menunjukkan datangnya resesi, orang pemasaran dapat mengambil langkah – langkah untuk merancang ulang, mereposisi, dan menetapkan kembali harga produk dengan cepat.

d) Gaya hidup

Orang – orang yang berasal dari dari sub kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan dapat memiliki gaya hidup yang cukup berbeda. Gaya hidup (lifestyle) adalah pola kehidupan seseorang. Pemahaman kekuatan – kekuatan ini dengan mengukur dimensi – dimensi AIO utama kosnumen – activities (pekerjaan, hobi, belanja, olahraga, kegiatan sosial), interest (makanan, mode, keluarga, rekreasi), dan opinions (mengenai diri suatu individu, masalah – masalah sosial, bisnis, produk). Gaya hidup mencakup sesuatu yang lebih dari sekedar kelas sosial ataupun kepribadian seseorang. Gaya hidup menampilkan pola perilaku seseorang dan interaksinya di dunia.

e) Kepribadian dan konsep diri

Kepribadian tiap orang yang bebeda mempengaruhi perilaku membelinya. Kepribadian (personality) adalah karakteristik psikologis yang unik, yang mengahsilkan tanggapan yang relatif konsisten dan menetap (lasting) terhadap lingkungan seseorang.Kepribadian biasanya diuraikan berdasarkan sifat – sifat seseorang seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan agresivitas. Kepribadian dapat berguna untuk menganalisis perilaku konsumen atas suatu produk maupun pilihan merek.

Orang pemasaran menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian – konsep diri seseorang. Dasar pemikiran konsep diri adalah bahwa apa yang dimiliki seseorang memberi kontribusi dan mencerminkan identitas orang tersebut ; bahwa, “individu adalah apa yang individu punya”. Jadi, untuk memahami perilaku konsumen, orang pemasaran pertama kali harus memahami hubungan antara konsep diri konsumen dengan apa yang dimilikinya.

4.Faktor – faktor psikologis

a) Motivasi

Seseorang mempunyai kebutuhan pada suatu saat. Ada kebutuhan biologis, yang muncul dari keadaan yang memaksa seprti rasa lapar, haus, atau merasa tidak nyaman. Kebutuhan lainnya bersifat psikologis, muncul dari kebutuhan untuk diakui, dihargai, ataupun rasa memiliki. Kebanyakan kebutuhan ini tidak akan cukup kuat untuk memotivasi orang tersebut untuk bertindak pada suatu waktu tertentu. Suatu kebutuhan akan menjadi motif apabila dirangsang sampai suatu tingkat intensitas yang mencukupi. Sebuah motif atau dorongan adalah kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan.

b) Persepsi

Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak. Bagaimana cara seseorang bertindak dipengaruhi oleh persepsinya mengenai situasi tertentu. Dua orang dengan motivasi yang sama dan dalam situasi yang sama mungkin mengambil tindakan yang jauh berbeda karena dua orang tersebut memandang situasi secara berdeda. Adanya perbedaan pandangan dari orang – orang untuk suatu situasi yang sama, dikarenakan semua orang belajar melalui arus informasi yang melewati lima alat indera : pelihat, pendengar, pencium, peraba, dan pengecap. Namun, masing – masing individu menerima, mengatur, dan menginterpretasikan informasi sensor syaraf ini dengan cara sendiri – sendiri.

Persepsi (perception) adalah proses di mana seseorang memilih, mengatur, dan mengintepretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.

c) Pembelajaran

Ketika seseorang melakukan tindakan, orang tersebut belajar. Pembelajaran (learning) menggambaran perubahan perilaku individu yang muncul karena pengalaman. Hampir semua perilaku manusia berasal dari belajar. Proses belajar berlangsung melalui drive (dorongan), stimuli (rangsangan), clues (petunjuk), responses (tanggapan), dan reinforcement (penguatan), yang saling mempengaruhi.

d) Keyakinan dan sikap

Dengan melakukan dan lewat pembelajaran, orang – orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Pada gilirannya, kedua hal ini mempengaruhi perilaku membeli orang - orang. Suatu keyakinan (belief) adalah pemikiran deskriptif seseorang mengenai sesuatu. Orang pemasaran tertarik pada keyakinan yang dirumuskan seseorang mengenai barang dan jasa tertentu, karena keyakinan ini menyusun citra produk yang mempengaruhi perilaku membeli.

Orang – orang memiliki sikap terhadap agama, politik, pakaian, musik, makanan, dan hampir setiap hal lainnya. Sikap (attitude) menggambarkan penilaian, perasaan, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang atas sebuah obyek atau gagasan. Sikap menempatkan seseorang dalam suatu kerangka pemikiran mengenai suka atau tidak sukanya akan sesuatu, mendekati atau menjauhi sesuatu.

Sikap sulit diubah. Sikap seseorang mengikuti suatu pola, dan untuk mengubah satu sikap saja mungkin memerlukan penyesuaian yang akan menyulitkan dengan sikap lainnya.

2.8. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketepatan pemasaran. Menurut Fandy Tjiptono (2001), segmentasi adalah

“ Proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen, dimana masing – msing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek.”

Segmentasi memegang peranan yang krusial bagi suatu organisasi. Seperti yang diungkapkan Hermawan Kartajaya (2002 : 375)

“ Segmentasi berperan krusial , karena beberapa alasan berikut :

1.Secara umum, segmentasi memungkinkan kita lebih fokus dalam mengalokasi sumber daya. ………………..Dengan mengkonsentrasikan diri ke segmen – segemen yang kita bidik tersebut, keseluruhan alokasi sumber daya akan lebih fokus dan terarah. Kita juga memiliki kemampuan lebih baik dalam melayani dan memuskan pelanggan, dan pada gilirannya, kita akan mampu mendominasi segemn tersebut. Disamping itu, segmentasi juga memungkinkan kita lebih jelas dalam melihat kompetisi dan menetapkan posisi pasar…………..”

2.Segmentasi merupakan simpul dari penentuan keseluruhan startegi, taktik, dan value organisasi. Segmentasi yang diikuti oleh pemilihan segmen – segmen yang akan dijadikan target pasar organisasi, menjadi acuan dan landasan bagi penetapan positioning……………..

3.Segmentasi dapat menjadi faktor kunci untuk memenangkan persaingan dengan melihat pasar dari sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari para pesaing………………..”

Dari pernyataan Hermawan Kartajaya tersebut dapat dikemukakan bahwa segala aktivitas bisnis maupun non bisnis, diperlukan adanya segmentasi pasar sasaran. Hal tersebut diperlukan untuk lebih memfokuskan dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh suatu organisasi, agar berjalan efektif dan efisien.

Segmentasi pasar memiliki variabel segmentasi utama, seperti yang diungkapkan Kottler (2002 : 300) bahwa :

“ Variabel segmentasi utama adalah :

1.Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis mengharuskan pembagian pasar menjadi unit – unit geografis yang berbeda seperti negara bagian, wilayah, propinsi, kota, atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memtuskan untuk beroperasi dalam satu atau sedikit wilayah geografis dalam seluruh wilayah tetapi memberikan perhatian pada variasi lokal.

2.Segmentasi Demografis

Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok – kelompok berdasarkan variabel – variabel demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial.

3.Segmentasi Psikografis

Pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian akan nilai. Orang – orang dalam kelompok demografis yang sama dapat menunjukkan gambaran psikogrfis yang sangat berbeda.

4.Segmentasi Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok – kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel perilaku – kejadian, manfaat, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, dan sikap – merupakan titik awal terbaik dalam menentukan segmen pasar.”

2.9. Teori Motivasi

Motivasi mulai timbul sebagai akibat interaksi dari invidu dan situasi. Motivasi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seorang konsumen. Faktor – faktor yang membentuk motivasi ada yang berasal dari internal dan eksternal individu. Seperti yang dikemukakan Stephen P.Robbins (1996 : 201) dalam teori motivasi-higiene, yaitu :

“ teori motivasi 2 faktor yang menyatakan bahwa faktor – faktor intrinsik dihubungkan dengan kepuasan kerja sementara faktor – faktor ekstrinsik dikaitkan dengan ketidakpuasan. Faktor intrinsik seperti prestasi, pengakuan, kerja itu sendiri, tanggung jawab, kemajuan dan pertumbuhan dikaitkan dengan kepuasan kerja. Di pihak lain faktor – faktor ekstrinsik seperti timbulnya kebijakan dari pimpinan perusahaan, penyeliaan, hubungan antar pribadi, dan kondisi kerja dikaitkan dengan ketidakpuasan”.

Secara historis teoritisi motivasi umumnya telah mengandaikan bahwa motivasi intrinsik seperti misalnya prestasi, tanggung jawab, dan kompetensi tergantung pada motivator ekstrinsik seperti upah, promosi, hubungan penyelia yang baik dan kondisi kerja yang menyenangkan, artinya rangsangan dari satu tidak akan mempengaruhi yang lain. Sehingga berdasarkan teori yang telah dikemukakan tersebut, dapat diketahui bahwa motivasi sebenarnya ada yang berasal dari dalam (intrinsik) dan dari luar (ekstrinsik).

2.10 Kerangka Berpikir

Bagan II . 4

Kerangka Bepikir

Umpan Balik











2.11 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah dan landasan teori yang telah dikemukakan sebelumnya, untuk memberikan arah bahasan, maka akan dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

a. Diduga faktor produk, harga, bukti fisik, orang-orang, kelompok referensi, motivasi dan keadaan ekonomi mempunyai pengaruh terhadap keputusan mahasiswa terhadap pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang.

b. Diduga faktor motivasi mempnuyai pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan mahasiswa dalam melakukan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian

Pada penelitian ini peneliti mengambil lokasi penelitian di Fakultas Ekonomi pada tiga perguruan tinggi swasta di Malang, yaitu Universitas Gajayana, Universitas Merdeka dan Universitas Muhammadiyah. Pengambilan lokasi tersebut merujuk pada tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Kota Malang, maka obyek penelitian ditentukan secara geografis area Kota Malang, yaitu Unversitas Gajayana perwakilan Malang bagian tengah, Universitas Merdeka perwakilan Malang bagian Barat dan Selatan, dan Universitas Muhammadiyah perwakilan bagian Utara. Selain itu, pemiliha obyek penelitian dikarenakan tiga perguruan tinggi swasta tersebut merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka di Malang yang menjadi alternatif pilihan calon mahasiswa.

3.2. Jenis Penelitian

Penelitian yang digunakan disini adalah penelitian yang bersifat eksplorasi (explanatory research) yaitu penelitian yang menggali dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada dasarnya ada 3 macam, yaitu sensus, sampling, dan studi kasus (case study). Pada penelitian ini digunakan metode sampling atau survei. Dimana metode pengumpulan data merupakan cara kerja yang bersistem dalam mengumpulkan data untuk mencapai tujuan penelitian, yang dilakukan melalui survei pada mahasiswa Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Menurut Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (1995 : 3) “penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.”

Survai dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Pada umumnya yang merupakan unit analisa dalam penelitian survai adalah individu, dan pada penelitian ini yang dianalisa adalah mahasiswa perguruan tinggi swasta.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Riset atau penelitian merupakan aktivitas ilmiah yang sistematis, terarah dan bertujuan, sehingga data atau informasi yang dikumpulkan harus relevan dengan persoalan yang akan diteliti. Berdasar pada metode pengumpulan data yang telah dikemukakan, diperlukan cara teknis dan operasional di lapangan untuk melaksanakan metode survai Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Wawancara

Wawancara merupakan proses interaksi dan komunikasi. Melalui wawancara dapat memperoleh informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang, dan pihak lain yaitu Dekan dan Bagian Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Kuesioner

Kuesioner adalah alat survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan untuk memeperoleh informasi yang relevan dengan tujuan survei. Kuesioner ini terdiri dari 3 bagian yaitu kata pengantar dari peneliti, pertanyaan tertutup tentang identitas responden, dan pertanyaan yang menanyakan tentang faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang. Kuesioner ini disebarkan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang

3.5. Jenis Data

Seluruh informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapat melalui :

1. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari obyeknya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer diperoleh dari jawaban responden yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang melalui kuesioner yang disebarkan dan melalui wawancara dengan responden, Dekan dan Bagian Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Data Sekunder

Data yang dikumpulkan dari luar obyek dan merupakan data yang sudah jadi dan dipublikasikan untuk konsumsi umum. Data sekunder merupakan data yang diusahakan sendiri oleh peneliti, yaitu dari media massa, website tentang Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang,

3.6. Populasi dan Sampel

3.6.1. Populasi

Menurut Masri Singarimbun (1995 : 152), populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri – cirinya akan diduga. Dalam penelitian ini populasinya adalah mahasiswa S1 reguler angkatan 2004 / 2005 pada Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Jumlah populasi dapat dilihat pada tabel III.1

Tabel III.1

Jumlah mahasiswa terdaftar program S1 Reguler angkatan 2004 / 2005 Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, Universitas Muhammadiyah Malang

No

Jurusan

Universitas

Jumlah mahasiswa

1

Studi Pembangunan

Gajayana

20

Merdeka

30

Muhammadiyah

180

2

Manajemen

Gajayana

82

Merdeka

175

Muhammadiyah

420

3

Akuntansi

Gajayana

111

Merdeka

200

Muhammadiyah

360

Jumlah

1578

Sumber : Bagian Akademik, Fakultas Ekonomi Universitas Gajayana, Universitas

Merdeka, Universitas Muhammadiyah

Dari keseluruhan jumlah populasi sebesar 1578 mahasiswa, tidak memungkinkan bagi peneliti untuk meneliti seluruhnya, karena keterbatasan peneliti baik dari segi tenaga, biaya, dan waktu. Oleh karena itu peneliti akan meneliti sebagian dari populasi tersebut dengan mengambil sampel untuk mempermudah dan menyederhanakan proses analisis dalam penelitian dengan metode tertentu.

3.6.2. Sampel

Sampel merupakan bagian kecil dari populasi. Penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Berdasar pada Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (1995 : 169) mengemukakan bahwa purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel, dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan – pertimbangan tertentu berdasar pada tujuan penelitian. Pada penelitian ini sampel diambil dari sub group populasi dengan sifat – sifat tertentu yaitu sampel berasal dari Fakultas Ekonomi jurusan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dengan angakatan 2004 / 2005 pada Unversitas Gajayana, Universitas Merdekan, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Pada penelitian ini jumlah variabel yang ditetapkan adalah 16 variabel yang berhubungan dengan faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta. 16 variabel tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor.

Menurut Budi Purwadi (2000 : 130) pengalokasian unit sampel sebanyak 100 responden dilakukan dengan rumus :

Ni

ni = x 100 responden

N

dimana : N = jumlah seluruh unit dalam responden

Ni = jumlah unit dalam sub populasi

ni = jumlah unit sampel yang dialokasikan pada sub populasi

Alokasi unit sampel berdasarkan rumus tersebut dapat dilihat pada tabel III.2 sebagai berikut :

Tabel III.2

Jumlah proporsi sampel yang diambil

No

Jurusan

Universitas

Jumlah mahasiswa

Sampel

1

Studi Pembangunan

Gajayana

20

20

ni = x100 = 2

1578

Merdeka

30

30

ni = x100 = 2

1578

Muhammadiyah

180

180

ni = x100 = 11

1578

2

Manajemen

Gajayana

82

82

ni = x100 = 5

1578

Merdeka

175

175

ni = x100 = 11

1578

Muhammadiyah

420

420

ni = x100 = 26

1578

3

Akuntansi

Gajayana

111

111

ni = x100 = 7

1578

Merdeka

200

200

ni = x100 = 14

1578

Muhammadiyah

360

360

ni = x100 = 22

1578


Jumlah

1578

100

Sumber : Data primer, (diolah), Juni 2005

3.7. Definisi Operasional

a. Mahasiswa

Mahasiswa dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menempuh kuliah di Fakultas Ekonomi pada program S1 Reguler angkatan 2004 / 2005 di Universitas Gajayana, Univesitas Merdeka, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

b. Faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang

Dalam penilitian ini terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang

1. Produk

Poduk adalah konsep keseluruhan atas obyek atau proses yang memberikan berbagai nilai bagi mahasiswa. Dalam hal ini produk yang akan diteliti adalah terfokus pada produk jasa pendidikan pada perguruan tinggi swasta. Sub – sub faktor yang terkait dengan produk jasa pendidikan yang dapat mempengaruhi mahasiswa dalam keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Kurikulum (X1)

b. Citra / image (X2)

c. Status akreditasi (X3)

2. Harga

Harga merupakan nilai barang atau jasa yang ditetapkan oleh perguruan tinggi swasta dalam bentuk jumlah nominal yang ditawarkan. Aspek – aspek yang termasuk dalam faktor harga dimana mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Biaya pendidikan (X4)

b. Potongan biaya pendidikan (X5)

3. Bukti fisik perguruan tinggi (physical evidance)

Bukti – bukti aktual dalam jasa sebagai pertimbangan dalam menilai suatu jasa. Aspek – aspek yang termasuk dalam faktor harga dimana mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Kelengkapan fasilitas kampus (X6)

b. Kondisi lingkungan kampus (X7)

c. Kondisi gedung kuliah (X8)

4. Orang – orang (people)

Peran orang – orang dalam penyajian pelayanan sangat mempengaruhi konsumen, begitu pula pengaruh pada mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta. Adapun aspek – aspek yang termasuk dalam orang – orang (people) dimana mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah

sebagai berikut :

a. Dosen (X9)

b. Karyawan (X10)

5. Kelompok Referensi

Kelompok referensi adalah kelompok yang memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok acuan menghadapkan seseorang pada perilaku , gaya hidup baru, dan konsep pribadi.

Aspek – aspek yang termasuk dalam faktor kelompok referensi dimana mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Keluarga (X11)

b. Teman (X12)

6. Motivasi

Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Aspek – aspek yang termasuk dalam faktor motivasi dimana mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Keberhasilan alumni (X13)

b. Kemudahan memperoleh pekerjaan (X14)

c. Keberadaan teman – teman kuliah (X15)

7. Keadaan Ekonomi

Keadaan ekonomi dapat dilihat dari kemampuan seseorang melalui besar pendapatannya. Aspek – aspek yang termasuk dalam faktor keadaan ekonomi dimana mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah sebagai berikut :

a. Penghasilan orang tua (X16)

c. Perguruan tinggi swasta

Perguruan tinggi swasta merupakan lembaga pendidikan tinggi yang terdiri atas fakultas – fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.

3.8. Analisis Data

Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner selanjutanya akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan Software SPSS 11.00 for windows sebagai berikut :

3.8.1. Teknik Analisis Faktor

Pada analisis ini faktor – faktor unik berkolerasi satu dengan yang lainnya dan dengan faktor – faktor umum. Faktor umum itu sendiri dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear variabel yang diamati. Keluaran yang paling penting dalam analisis ini adalah loading factor dan variance explained.

Langkah – langkah dalam analisis faktor sebagai berikut :

a. Merumuskan masalah

Terdapat beberapa langkah dalam merumuskan masalah. Pertama, tujuan dari analisis faktor harus jelas terlebih dahulu. Kedua, variabel – variabel yang akan disertakan dalam analisis juga harus ditetapkan berdasarkan teori dan pendapat peneliti. Terakhir, ukuran sampel harus tetap.

b. Penyusunan Matriks Korelasi Sebagai Uji Independensi Variabel

Analisis akan tepat digunakan jika antar variabel saling berkolerasi. Apabila korelasi antar variabel kecil, maka analisis faktor kurang tepat dipergunakan. Pada waktu yang sama dapat juga diketahui variabel yang menimbulkan masalah multikolinearitas dengan koefisien korelasi lebih dari 0,800. Jika terjadi demikian, maka variabel ini nantinya dijadikan satu atau dipilih salah satu untuk dianalisis lebih lanjut yaitu Bartlet Test.

Nilai uji statistik yang besar berarti ditolaknya hipotesis nol. Jika hipotesis nol tidak dapat ditolak, maka ketepatan analisis faktor seharusnya dipertanyakan. Statistik lain yang berguna adalah pengukuran kelayakan sampel KMO. Indeks KMO (Keiser Meyer Olkin) membandingkan besar koefisien korelasi parsial. Indeks dari KMO adalah antara 0,5 sampai 1,0. Nilai KMO dibawah 0,5 menyatakan bahwa korelasi antara pasangan – pasangan variabel tidak dapat dijelaskan oleh variabel lainnya dan dengan demikian berarti bahwa analisis faktor tidak tepat, demikian pula sebaliknya apabila nilai KMO lebih besar dari 0.5, maka analisis faktor dapat digunakan.

c. Melakukan Analisis Faktor

Setelah diperhitungkan bahwa analisis faktor merupakan teknik yang tepat untuk menganalisis data, maka metode yang tepat harus dipilih. Terdapat 2 pendekatan dasar yang dipakai dalam analisis faktor, yaitu pertama ; analisis komponen utama (principle component analysis) dan kedua ; analisis faktor umum (common factor analysis).

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis komponen utama. Teknik ini dipilih dengan tujuan mempunyai jumlah minimum dari faktor – faktor yang akan menghasilkan varian maksimum dari data – data yang digunakan dalam analisis berikutnya.

d. Menentukan jumlah faktor

Pada tahap ini akan diketahui sejumlah faktor yang akan diterima atau layak mewakili seperangkat variabel yang dianalisis. Terdapat beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah faktor lain :

“a priori determination based in eigenvalue, determination based score on plot, determination based on percentage of variance, determination based on split-half reliability”. (Malhotra, 1996).

Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah determination based on eigenvalue yang lebih besar dari 1 yang dipakai dan nilai percent of variance lebih besar dari 5,00%.

e. Rotasi faktor

Dalam suatu matriks yang kompleks, sangat sulit untuk menginterpretasikan faktor. Oleh karenanya digunakan rotasi faktor, dimana suatu matrik faktor ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih sederhana, sehingga mudah untuk diinterpretasikan dan dapat memperjelas dan mempertegas loading factor mula – mula, eigenvalue, presentase varian, dan loading factor minimum.

Faktor yang punya nilai loading tinggi dan variabel yang sama akan sulit untuk diinterpretasikan. Rotasi tidak berpengaruh pada communalities dan prosentase varian total yang dijelaskan. Perbedaan metode rotasi akan menghasilkan identifikasi faktor yang berbeda.

Ada 2 metode rotasi, yaitu rotasi orthogonal dan rotasi oblique. Rotasi orthogonal adalah rotasi yang axisnya berada disebelah kanan (sudut dipertahankan 90°). Metode yang paling populer digunakan adalah prosedur varimax (varimax prochedure). Rotasi varimax merupakan metode rotasi orthogonal yang meminimalkan jumlah variabel dengan loading tinggi pada suatu faktor, sehingga meningkatkan kemudahan menginterpretasikan faktor. Rotasi orthogonal menghasilkan faktor – faktor yang tidak saling berkolerasi. Rotasi orthogonal inilah yang akan digunakan peniliti untuk mengolah data.

Sedangkan rotasi oblique atau sering disebut dengan rotasi miring, yaitu axisnya tidak dipertahankan pada sudut kanan (sudut tidak dipertahankan 90°). Rotasi ini menghasilkan faktor – faktor yang saling berkolerasi. Rotasi olique sebaiknya digunakan apabila faktor – faktor dalam populasi memang berkolerasi tinggi.

f. Interpretasi faktor

Interpretasi dipermudah dengan mengidentifikasi variabel – variabel yang memiliki loading besar dalam faktor yang sama. Faktor – faktor tersebut dapat diinterpretasikan dalam bentuk variabel yang mempunyai loading tinggi. Kegunaan lain adalah membantu dalam menginterpretasikan pada plot variabel asli, maka hal tersebut akan diberi nama sebagai suatu yang tidak terdefinisi atau faktor umum.

Pembobotan faktor untuk setiap variabel memungkinkan tingkat hubungan faktor variabelnya. Pedoman dalam pembobotan faktor adalah :

a. bobot faktor lebih dari 0,3 adalah signifikan

b. bobot faktor lebih dari 0,4 adalah lebih penting

c. bobot faktor lebih dari 0,5 adalah sangat signifikan

Patokan ini berlaku untuk ukuran sampel yang lebih besar dari 50.

g. Menentukan ketepatan model

Untuk mengetahui apakah model mampu menjelaskan dengan baik data yang telah teruji ketepatannya. Model analisis faktor dapat diuji dengan PCA, yaitu melihat besarnya prosentase korelasi residual diatas 5% atau 10%. Jika nilai prosentase tinggi, maka semakin buruk kemampuan model dalam menjelaskan fenomena data yang ada. Ketentuan baku mengenai batas maksimal prosentase residual mencapai lebih dari 50%, maka ketepatan teknik PCA akan semakin melemah, sehingga perlu dicari teknik lain yang dapat meminimalkan nilai prosentase residual.

h. Ukuran variabel

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sistem scoring dalam mengukur tingkat kepentingan variabel. Skala yang digunakan adalah skala Likert. Setiap pertanyaan mengandung ukuran, tingkat kepentingan suatu variabel yang mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang. Skala nilai dan kriteria yang digunakan dalam setiap pertanyaan adalah sebagai berikut :

Tabel III.3

Skala Nilai untuk Setiap Pertanyaan

Skala Nilai

Jawaban untuk variabel yang berakitan dengan faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang

Jawaban untuk variabel keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang

4

Sangat mempengaruhi

Sangat setuju

3

Mempengaruhi

Setuju

2

Kurang mempengaruhi

Kurang setuju

1

Tidak mempengaruhi

Tidak setuju

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

3.8.2 Frequencies

Analisis dengan menggunakan frequencies menggambarkan data dalam berbagai pusatnya, seperti mean, median, persentil, standar deviasi. Dari analisis ini dapat diketahui suatu data yang akan lebih lanjut dianalisis. Untuk dapat mengetahui suatu kuesioner dapat dipercaya dan dapat diandalkan, maka setelah dilakukan analisis frequencies, dilanjutkan dengan analisis correlation.

Menurut Singgih Santoso (2000 : 55) cara kerja menganalisis frequencies sebagai berikut :

a. Langkah pertama

1. Buka lembar kerja atau data (input) yang berasal dari akumulasi nilai jawaban responden

2. Dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze kemudian pilih sub menu Descrptive Statistics, dan pilih Frequencies, kemudian enter.

3. Setelah itu akan tampak pada monitor kotak dialog Frequencies.

b. Langkah kedua pengisian

1. Variable (s), pilih dan masukkan variabel bebas

2. Klik pilihan Statistics, akan tampak pada monitor berbagai pilihan yang harus diisi.

Pengisian pada statistics :

· Percentils values. Kosongkan bagian ini

· Dispersion atau penyebaran data. Untuk keseragaman, pilih Standard Deviation, Minimum, dan Maximum.

· Central tendency atau pengukuran pusat data. Untuk keseragaman, klik pada mean, median, dan mode.

· Distribution. Kosongkan bagian ini.

· Tekan continue setelah seleasi input data, untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

· Klik pilihan Charts, pilih pie charts atau grafik ditampilkan berupa lingkaran.

· Klik pilihan format, maka akan tampak pada layar lembar pengisian yang harus diisi sebagai berikut :

· Order by, pilih Ascending Value

· Multiple Variables, pilih organize output by variables yang berarti output akan diurutkan per variabel.

· Tekan OK jika semua pengisian telah selesai.

c. Setelah semua petunjuk telah dilakukan, maka dari input data tadi akan keluar outputnya untuk dapat dilakukan penganalisaaan.

Menurut Singgih Santoso (2000 : 149) cara kerja dari analisis Correlation sebagai berikut :

1. Buka file data yang akan dimasukkan

2. Dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze kemudian pilih sub menu Correlate, dan pilih bivariate.

3. Akan tampak pada layar kotak dialog korelasi kemudian lakukan pengisian sebagai berikut :

· Variable atau variabel yang akan dikorelasikan

· Correlation coeffisien atau alat hitung koefisien korelasi. Pilih person.

· Test of significant, pilih two-tailed untuk diuji kedua sisi.

· Kemudian klik tombol option

· Pada pilihan statistic diabaikan saja.

· Biarkan pilihan exclude cases pairwise aktif.

· Kemudian tekan OK untuk mengakhiri pengisian prosedur analisis, selanjutnya SPSS melakukan pekerjaan analisis dan terlihat output SPSS.

Pengambilan keputusan suatu kuesioner dinyatakan valid adalah sebagai berikut :

a. Nilai korelasi product moment ³ angka kritis (0,396)

b. Probabilitas kesalahan < taraf signifikasi (alfa = 0,05)

Pengambilan keputusan suatu kuesioner dinyatakan reliabel adalah sebagai berikut (Riduwan : 2003)

Jumlah Butir Pertanyaan

Reliabilitas

5

0,20

10

0,33

20

0,50

40

0,67

80

0,80

160

0,89

320

0,98

640

0,97

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil penelitian dan hasil analisis yang merupakan jawaban responden terhadap kuesioner. Hasil penelitian ini merupakan gambaran yang ingin diketahui peneliti tentang faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang. Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang tercatat aktif pada Fakultas Ekonomi angkatan 2004 / 2005 di Universitas Gajayana, Universitas Merdeka dan Universitas Muhammadiyah Malang.

4.1. Gambaran Umum Universitas Gajayana, Universitas Merdeka, Universitas Muhammadiyah Malang

4.1.1 Gambaran Umum Universitas Gajayana Malang

Keberadaan Universitas Gajayana adalah merupakan suatu perwujudan dari pada cita – cita nasional yang tertuang dalam Undang – Undang Dasar 1945 yang antara lain berbunyi “turut mencerdaskan kehidupan bangsa”. Usaha inilah yang merupakan visi dari keberadaan Universitas Gajayana di dalam masyarakat yang sedang membangun, dimana dituntut adanya perkembangan dan kemajuan dalam bidang Iptek guna mengantisipasi kemajuan abad XXI. Universitas Gajayana dikelola oleh Yayasan Pendidikan Gajayana Malang yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1980. Perkembangan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta ini dimulai dari tingkat akademi (Akademi Manajemen Perusahaan dan Akuntansi) pada tahun 1982. Status terdaftar sampai Sarjana Muda diberikan oleh Mendikbud RI No. 0346/0/1982 tanggal 2 November 1992, untuk Jurusan Akuntansi dan Manajemen Perusahaan.

Pada tanggal 20 Mei 1983 Akademi Manajemen Perusahaan dan Akuntansi Malang ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gajayana Malang, dan mendapat Surat Keputusan Mendikbud tentang Pengintegrasian Akademi Manajemen Perusahaan dan Akuntansi (AMPA) Malang ke dalam linngkungan STIE Gajayan Malang No. 0365/0/1984 tanggal 18 Agustus 1984 No. 0366/0/1984 untuk Jurusan Akuntansi (S.1), Jurusan Manajemen (S.1), Diploma Akuntansi (D.III). Pada tahun akademik 1985/1986 STIE Gajayana Malang mengajukan permohonan peningkatan status dari status terdaftar menajdi status diakui untuk Jurusan Akuntansi dan permohonan status terdaftar untuk Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Pada tanggal 14 Mei 1986 status diakui untuk Jurusan Akuntansi keluar yaitu dengan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 0364/0/1986, sedangkan status terdaftar untuk Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No.0695/0/1986 tanggal 23 Mei 1986. Pada tanggal 28 Oktober 1986, STIE Gajayana Malang berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 0727/0/1987. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut Unversitas Gajayana mendapatkan status terdaftar kepada Fakultas/Jurusan: (1) Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi (S.1), Jurusan Manajemen Perusahaan (S.1), Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (S.1) ; (2) Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Jurusan Statistika (S.1), Jurusan Matematika (D.III) ; (3) Fakultas Sastra, Jurusan Bahasa & Sastra Inggris (S.1). Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 0729/0/1987 Jurusan Akuntansi ditetapkan kembali untuk mendapatkan status diakui untuk Program S.1. Pada tanggal 3 April 1990 status Jurusan Akuntansi untuk Program S.1 mendapatkan status disamakan berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 0201/0/1990.

Selanjutnya pada tanggal 19 Maret 1992 status Jurusan Manajemen Perusahaan mendapatkan status disamakan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen DIKTI No. 41/DIKTI/Kep/1994. Jurusan Statistika (S.1) mendapatkan status diakui berdasarkan Surat Keputusan Dirjen DIKTI No. 41/DIKTI/Kep/1994. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 094/D/0/1994 tanggal 19 Agustus 1994 Universitas Gajayana Malang memiliki fakultas baru yaitu Fakultas Teknik dengan Jurusan/Program Studi ; Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Elektronika & Komunikasi (S.1) dengan status terdaftar, dan Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Sistem Tenaga Listrik. Selanjutnya pada tanggal 12 September 1995, Universitas Gajayana Malang secara resmi membuka Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Manajemen berdasarkan Surat Keputusan Dirjen DIKTI No. 396/DIKTI/Kep/1995. Sampai saat ini perkembangan status dari masing – masing Fakultas/Jurusan adalah sebagai berikut : (1) Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi status ter-akreditasi, Jurusan Manajemen status ter-akreditasi, Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan / Perbankan status ter-akreditasi ; (2) Fakultas MIPA Jurusan Statistik Industri & Bisnis status ter-akreditasi ; (3) Fakultas Sastra Jurusan Bahasa & Sastra Inggris status ter-akreditasi ; (4) Fakultas Teknik, Jurusan Elektro & Telekomunikasi status ter-akreditasi, Jurusan Sistem Energi Listrik status ter-akreditasi, Jurusan Mesin konsentrasi Teknik Konversi Energi & Teknik Industris status masih ijin Diknas DIKTI No. 14108/D/2004 ; (5) Fakultas Psikologi, Jurusan Psikologi Umum & Bisnis status masih ijin Diknas DIKTI No. 1432/D/T/2003 ; (6) Fakultas Ilmu Komputer, Jurusan Sistem Informasi status masih ijin Diknas DIKTI No. 1423/D/T/2003, sedangkan untuk Program Pasca Sarjana statusnya ter-akreditasi.

Berbagai fasilitas yang disediakan untuk menunjang proses belajar mengajar antara lain : gedung yang terdiri dari 4 unit berlantai 2 dan 3 dengan luas bangunan 9000m2 di atas tanah seluas 40.000m2 terletak di lingkungan yang nyaman untuk belajar. Sedangkan sarana penunjang lainnya antara lain : perpustakaan yang lengkap dan memadai, dengan luas ruangan 800m2. Jumlah koleksi buku sebanyak 14.857 eksemplar terdiri dari 4.411 judul. Minat baca mahasiswa cukup besar, rata – rata per hari yang meminjam dan mengembalikan buku tidak kurang dari 450 orang. Ruang baca untuk mahasiswa disediakan cukup luas, ada ruang baca khusus untuk dosen, sistem katalog menggunakan komputer. Masing – masing fakultas sudah memiliki laboratorium sendiri sesuai dengan pengembangan ilmu dan teknologi masing – masing. Adapun jenis laboratorium yang disediakan antara lain : Laboratorium Akuntansi, Manajemen, Perbankan, Komputer, Biologi, Perpajakan, Bahasa Inggris, Teknik elektro, Kimia, serta dilengkapi dengan Sanggar Seni, Sarana Olah Raga dan Penyediaan Jasa Internet baik bagi dosen maupun mahasiswa.

Sedangkan lembaga – lembaga ilmiah yang ada di lingkungan Universitas Gajayana antara lain : Pusat Informasi dan Pelatihan Tenaga Kerja, Pusat Studi Kependudukan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Pembinaan Kewirausahaan dan Pengusaha Kecil. Dalam rangka membina minat dan bakat mahasiswa dibentuk : Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Jurusan, serta dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa dalam bidang Olah Raga, Seni, Pecinta Alam, Conversation Club (Inggris, Perancis, dan Jepang), Resimen Mahasiswa, dan Lembaga Dakwah Kampus. Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa diberikan : Beasiswa, Koperasi Mahasiswa dan Penyediaan Poliklinik. Universitas Gajayana juga telah membuka kelas khusus/paralel bagi pimpinan, staf dan karyawan perusahaan/instansi yang diselenggarakan pada tiap sore dan malam hari.

4.1.2 Gambaran Umum Universitas Merdeka Malang

Universitas Merdeka Malang adalah perguruan tinggi swasta yang selalu konsisten untuk mengembangkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta nasional terkemuka di Indonesia. Universitas Merdeka Malang didirikan pada tanggal 5 Juli 1964, dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang dan berada di bawah pembinaan Kodam V/Brawijaya. Dengan adanya pembinaan ini, maka Unversitas Merdeka Malang dikenal sebagai kampus yang selalu terpelihara stabilitasnya.

Saat ini Unversitas Merdeka Malang memiliki 5 fakultas (S-1), 5 Program Diploma III (D-III), 2 Program Diploma I (D-I), Program Magister (S-2), dan Program Doktor (S-3), untuk detailnya dapat dilihat sebagai berikut :

1. Fakultas Hukum

Program Studi Ilmu Hukum : Ter-akreditasi

2. Fakultas Ekonomi

Ekonomi Pembangunan : Ter-akreditasi

Manajemen : Ter-akreditasi

Akuntansi : Ter-akreditasi

3. Fakultas Ilmu Sosial & Politik

Ilmu Administrasi Negara (Publik) : Ter-akreditasi

Ilmu Administrasi Niaga (Bisnis) : Ter-akreditasi

Ilmu Komunikasi : Ter-akreditasi

4. Fakultas Teknik

Teknik Sipil : Ter-akreditasi

Teknik Mesin : Ter-akreditasi

Teknik Arsitektur : Ter-akreditasi

Teknik Industri : Ter-akreditasi

Teknik Elektro : Ter-akreditasi

5. Fakultas Psikologi

Program Studi Psikologi : Ter-akreditasi

6. Program Diploma III Keuangan & Perbankan

Program Studi Keuangan & Perbankan : Ter-akreditasi

7. Program Diploma III Akuntansi

Program Studi Akuntansi : Ijin DIKTI

8. Pogram Diploma III Manajemen Informatika

Program studi Manajemen Informatika : Ijin DIKTI

9. Program Diploma III Pariwisata

Program Studi Perhotelan : Ter-akreditasi

Program Studi Usaha PerjalananWisata : Ter-akreditasi

10. Program Diploma III Bahasa Inggris

Program Studi Bahasa Inggris : Ijin DIKTI

11. Program Diploma I Manajemen Informatika

Program Studi Manajemen Informatika : Ijin DIKTI

12. Program Diploma I Bahasa Inggris

Program Studi Bahasa Inggris : Ijin DIKTI

13. Program Magister (S-2)

Program Studi Magister Manajemen :

* Konsentrasi Manajemen SDM : Ter-akreditasi

* Konsentrasi Manajemen Keuangan : Ter-akreditasi

Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP)

* Konsentrasi Kebujakan Publik : Ter-akreditasi

Program Studi Magister Ilmu Hukum

* Konsentrasi Hukum Bisnis : Ijin DIKTI

14. Program Doktor (S-3)

Ilmu Eknomi : Ijin DIKTI

Ilmu Sosial : Ijin DIKTI

Dalam rangka menunjang proses belajar mengajar Universitas Merdeka Malang dilengkapi dengan perpustakaan yang memadai dan nyaman, yang memiliki koleksi buku berjumlah 87.506 eksemplar dengan 31.781 judul buku, 571 judul majalah dan jurnal. Selain memberikan layanan kepada sivitas akademika, perpustakaan Universitas Merdeka Malang juga terbuka untuk umum. Saat ini perpustakaan Universitas Merdeka Malang dilengkapi dengan internet & CD-ROM yang terdiri dari : (1) CD-ROM abstrak dan indeks :CD-ROM silver platter yang berisi abstrak dan indeks ini tersedia tiga judul yaitu : (1) ICONDA (International Construction Data) berisi literatur dari seluruh dunia tentang Konstruksi Bangunan, Teknik Sipil, Arsitektur dan Perencanaan Kota ; (b) SOCIAL SCIENCE INDEX, bersisi literatur bidang ekonomi dari seluruh dunia yang meliputi lebih dari 350 terbitan internasioanl, meliputi interdisipliner bidang ilmu yang diambil dari berbagai jurnal ilmu sosial ; (c) ECONLIT, berisi literatur bidang ekonomi dari seluruh dunia yang meliputi lebih dari 300 jurnal dan buku ; (2) CD-ROM-BPO (Business Periodical OnDisk) dari UMI berisi abstrak, indeks, dan teks lengkap beserta ilustrasinya meliputi bidang sains dan teknik, bisnis, manajemen, administrasi dan informasi yang bersifat umum.

Upaya lain yang dilakukan Universitas Merdeka Malang dalam menunjang proses belajar mengajar adalah menyediakan sarana laboraturium yang lengkap dan memadai antara lain : Laboratorium Material, CNC, CAD, CAM, Fenomena Dasar Mesin, Proses Produksi, Hidrolika, Prestrasi Mesin Pompa, Geodesi Teknik, Otomatisasi Pneumatic, Mekanika Tanah, Jalan Raya, Teknologi Beton, Ilmu Ukur Tanah, Fisika Dasar, Analisa Kualitas Air, AUTOCAD/SANS/SAP, Sains dan Teknologi Arsitektur, Akuntansi, Manajemen, Statistika, Auditing. Disamping itu juga dilengkapi dengan Pusat Pengembangan Enerji Alternatif, Studio Perancangan Arsitektur, Ruang Praktek Hukum. Khusus untuk Program Diploma-III tersedia fasilitas dan sarana praktek lain : (1) Program D-III Keuangan dan Perbankan tersedia : Laboratorium Praktek Bank Mini, Praktek Kerja Magang ; (b) Program D-III Kepariwisataan tersedia : Laboratorium House Keeping and Laundry, Food and Baverage product, Praktek Bartender, Komputer Perhotelan, Komputer Usaha Wisata, disamping itu juga diilengkapi dengan Hotel dengan fasilitas delapan kamar, Wisma Merdeka dengan fasilitas sepuluh kamar, dan On The Job Training.

Fasilitas lain yang menunjang proses belajar mengajar adalah Pusat Bahasa. Pusat ini dilengkapi dengan fasilitas dan sarana laboratorium yang memadai serta para native speaker. Pusat bahasa ini memberikan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing. Selain itu Pusat Bahasa dengan Indonesian Language Cource for Overseas Student, juga memberikan layanan pemebelajaran bahasa dan budaya Indonesia untuk penutur asing.

Dalam rangka menyalurkan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa di Universitas Merdeka Malang tersedia Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berjumlah 32 UKM. Setiap mahasiswa Universitas Merdeka Malang memperoleh jaminan asuransi kecelakaan yang preminya ditanggung oleh Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang. Sedangkan dalam upaya mencapai cita – cita menjadi Research University, peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa di bidang penelitian terus dilakukan. Reputasi di bidang penelitian ini terwujud dalam bentuk kepercayaan yang diperoleh Unversitas Merdeka Malang untuk menggarap proyek – proyek penelitian bekerja sama dengan lembaga – lembaga di dalam dan di luar negeri, misalnya penelitian segi tiga antara Universitas Merdeka Malang, Murdoch University Australia, dan ITS Surabaya di bidang lingkungan hidup. Disamping itu juga kerja sama dengan Depnaker RI, Bappeda Tingkat I Jawa Timur. Dalam bidang pengabdian masyarakat, sejak tahun 1988 Universitas Merdeka Malang menyelenggarakan Program Usaha Mandiri dan Kewirausahaan (PUMK) sebaagi Awareness Program yang bertujuan untuk membentuk sikap mahasiswa dan alumni agar mampu bertindak mandiri dan memiliki jiwa wirausaha. Implementasi PUMK dikelompokkan ke dalam (a) kegaiatn intrakurikuler dalam bentuk perkuliahan kewirausahaan ; (b) kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk Diklat PUMK.

4.1.3 Gambaran Umum Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh – tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Unversitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan akte Notaris R.Sihojo Wongsowidjojo di Jakarat No.71 tanggal 19 Juni 1963. Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas yaitu (1) Fakultas Ekonomi ; (2) Fakultas Hukum ; (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Agama.

Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhamadiyah Jakarta) yang penyelenggaraannya berada di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang. Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan filial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Unversitas Muhammadiyah Jakarta. Pada tahun 1970 Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah yang statusnya sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. Pada tahun itu pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 fakultas itu resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta). Fakultas yang kemudian dibuka pada tahun 1977 adalah Fakultas Teknik, selanjutnya pada tahun 1980 dibuka Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan pada tahun 1988. Antara tahun 1983 sampai dengan tahun 1993 dibuka jurusan – jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan yang sudah ada. Pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Agama Islam. Sampai tahun akademi 1997/1998 Universitas Muhammadiyah Malang memiliki 9 fakultas (Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Psikologi, Fakultas Peternakan) dan 26 jurusan/program studi S-1, 3 program studi S-2, 1 Akademi Keperawatan, dan 2 program Diploma III.

Pada tahun 1991, Universitas Muhammadiyah Malang membangun Kampus Terpadu terletak di sebelah barat kota Malang (km 8) ke arah daerah Batu, tepatnya di Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Lanskap kampus seluas 35 hektar ditata dengan latar unik dan lingkungan yang memiliki topografi khas. Masjid Universitas Muhammadiyah dengan arsitektur khas, bertingkat lima dapat menampung 9.000 jamaah, digunakan sebagai jantung kegiatan amaliah sivitas akademika.

Perpusatakaan Universitas Muhammadiyah merupakan salah satu yang terbesar dan termodern di Malang dengan fasilitas 61.771 buku bidang eksakta dan sosial, 17.000 judul buku, jurnal ilmiah & populer, ruang baca ber-AC, 250 tempat duduk serta dilengkapi dengan ruang diskusi dan presentasi. Sebagai pusat informasi modern, perpustakaan Univeristas Muhammadiyah Malang dilengkapi dengan jaringan internet dengan fasilitas dan pelayanan : sebagai provider, 28 work stations, pelayanan 15 jam per hari, akses ke pusat informasi dunia, jasa internet untuk sivitas akademika dan masyarakat ilmiah. Universitas Muhammadiyah Malang juga memiliki 12 laboratorium yang digunakan mahasiswa dan dosen sebagai tempat aktivitas pengembangan ilmu dan teknologi, antara lain : laboratorium : ilmu dasar, teknik, bioteknologi, manajemen, hukum, psikologi. Disamping itu juga dilengkapi dengan Pusat Pengembangan dan Perawatan Komputer, Pusat Bioteknologi Pertanian, Pusat Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Pusat Studi Wanita dan Kemasyarakatan, Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyaan.

Sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, di Universitas Muhammadiyah Malang juga membentuk Lembaga Penelitian. Sebagai lembaga pengembangan institusi, melakukan kegiatan dalam bentuk : Research Training, penelitian hibah bersaing, penelitain OPF, penelitian bagi dosen muda. Kegiatan penelitian ini dibiayai oleh Dirjen Dikti, Kopertis Wilayah VII, Toyota Foundation pemda Tingkat I, Bappeda Tingkat II dan DPP Universitas Muhammadiyah Malang sedangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat. Lembaga ini berfungsi mengakomodir kegiatan kepada masyarakat, baik yang dilaksanakan oleh dosen maupun oleh mahasiswa. Adapun kegaitan yang dilakukan dalam bentuk : Kuliah Kerja Nyata Usaha, Kuliah Kerja Profesi/Karya Alternatif Mahasiswa. Disamping itu Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat juga melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pelayanan kepada masyarakat.

4.2. Karakteristik Identitas Responden

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 responden melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang tercatat aktif pada Fakultas Ekonomi angkatan 2004 / 2005 di Universitas Gajayana, Universitas Merdeka dan Universitas Muhammadiyah Malang, dapat dikemukakan mengenai karakteristik dari responden sebagai berikut :

a. Usia Responden

Usia merupakan salah satu variabel yang berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta. Usia yang berbeda memberikan keanekaragaman perilaku dari masing – masing kelas usia.

Dari hasil penelitian melalui kuesioner, dapat dikemukakan jumlah repsonden yang membuat keputusan dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang seperti yang terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel IV. 1

Identitas Responden Berdasarkan Usia

Usia

Jumlah

Prosentase

18

1

1

19

66

66

20

31

31

21

2

2

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 1

Diagram Lingkar Identitas

Responden Bedasarkan Usia

Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa responden dalam penelitian ini yang berusia 18 tahun sebanyak 1 responden atau 1%, kemudian usia 21 tahun sebanyak 2 responden atau 2% dari 100% responden, usia 20 tahun sebanyak 31 responden atau 31%, sedangkan yang menempati jumlah reponden terbanyak adalah pada usia 19 tahun adalah sebanyak 66 responden atau 66%. Hal tersebut mengiindikasikan bahwa pada usia 19 tahun responden telah dapat membuat keputusan sendiri untuk memilih suatu perguruan tinggi swasta di Malang, mengingat pada umur tersebut sudah waktunya untuk memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi.

b. Jenis Kelamin

Pada tabel IV. 2 dikemukakan hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner berdasarkan jenis kelamin.

Tabel IV. 2

Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin

Total

Prosentase

Laki – laki

50

50

Perempuan

50

50

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 2

Diagram Lingkar Identitas

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada tabel IV. 2 dan Gambar IV. 2 memberi gambaran bahwa jumlah laki – laki dan perempuan adalah masing – masing sebesar 50 responden atau 50 %. Hal ini dapat dikemukakan bahwa baik itu laki – laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang.

c. Tempat Tinggal

Tempat tinggal merupakan tempat dimana responden berdiam dan melakukan interaksi sehari – hari. Pada tabel IV. 3 dapat dikemukakan hasil penelitian mengenai karaketristik responden berdasarkan tempat tinggal.

Tabel IV. 3

Identitas Responden Berdasarkan Tempat Tinggal

Tempat Tinggal

Jumlah

Prosentase

Orang tua

25

25

Saudara

5

5

Rumah kontrakan

16

16

Kost

54

54

Lain - lain

0

0

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 3

Diagram Lingkar Identitas

Responden Bedasarkan Tempat Tinggal

Berdasarkan pada tabel dan gambar IV. 3 tersebut di atas dapat dilihat bahwa 5 responden atau 5 % bertempat tinggal di rumah saudara, 16 responden atau 16 % bertempat tinggal di rumah kontrakan, dan 25 responden atau 25 % tinggal bersama orang tua. Sedangkan jumlah terbanyak adalah 54 responden atau 54 % bertempat tinggal di kos.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa responden paling banyak berada di luar Malang dan bertempat tinggal di kos, sehingga dalam membuat keputusan untuk memilih perguruan tinggi swasta dapat dipengaruhi oleh jarak dari kota atau tempat asalanya dan pengaruh teman yang berada pada tempat atau kota yang sama. Selain itu responden paling banyak bertempat tinggal di kos mengindikasikan bahwa mahsiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang lebih banyak berasal dari luar Kota Malang dibanding dari Kota Malang itu sendiri. Perguruan Tinggi Swasta Malang masih belum dapat menarik minat mahasiswa asal Malang.

d. Pekerjaan Orang Tua

Pekerjaan orang tua berkaitan dengna besar penghasilan per bulan. Pada Bab III dikemukakan terdapat variabel pendapatan orang tua (X16) sebaagi faktor keadaan ekonomi yang menjadi bahan pertimbangan pemilihan Perguruan Tinggi Swasta di Kota Malang. Berdasar Philip Kottler dan Gary Armstrong (2001 : 196), faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor situasi ekonomi sebagai faktor individu. Dimana faktor situasi ekonomi dapat dilihat dari penghasilan orang tua responden yang berkaitan dengan pekerjaan orang tua.

Pada tabel dan Gambar IV. 4 akan diperlihatkan dengan detail identitas responden berdasarkan pekerjaan orang tua.

Tabel IV. 4

Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua

Pekerjaan Orang Tua

Jumlah

Prosentase

PNS

38

38

TNI / POLRI

4

4

Pegawai Swasta

21

21

Wiraswasta

26

26

Lain – Lain

11

11

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 4

Diagram Lingkar Identitas

Responden Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua

Dari tabel dan gambar IV. 4 tersebut hanya 4 responden atau 4 % yang orang tuanya bekerja sebagai TNI / POLRI, 11 responden atau 11% orang tuanya bekerja di bidang yang lain, seperti petani, sedangkan sebanyak 21 responden atau 21% orang tuanya sebagai pegawai swasta, orang tua responden bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 26 responden atau 26%, dan yang terbanyak adalah orang tua responden bekerja sebagai PNS sebanyak 38 responden atau 38%.

PNS sebagai pekerjaan orang tua responden dengan jumlah terbanyak yaitu sekitar 38 %. Sehingga dapat dikemukakan bahwa orang tua sebagai sebagai PNS masih mempertimbangkan Perguruan Tinggi Swasta sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi, yang hal tersebut terkait dengan kemampuan pemenuhan kewajiban pembayaran biaya pendidikan dilihat dari besar pendapatan PNS sebagai pekerjaan orang tua responden.

e. Penghasilan Orang Tua

Besar penghasilan orang tua akan mempengaruhi individu dalam memilih perguruan tinggi swasta, atau dapat dikatakan bahwa besar penghasilan orang tua setiap bulannya akan menjadi bahan pertimbangan mahasiswa untuk menentukan perguruan tinggi swasta yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi ekonomi orang tua untuk membiayai seluruh keperluan akademiknya. Pada tabel IV. 5 dan Gambar IV. 5 akan ditunjukkan besar penghasilan orang tua responden.

Tabel IV. 5

Identitas Responden Berdasarkan Penghasilan Orang Tua

Penghasilan Orang Tua

Jumlah

Prosentase

< Rp500.000

6

6

> Rp 500.000 - Rp 1.000.000

21

21

> Rp 1.000.000 - Rp 1.500.000

32

32

> Rp 1.500.000 - Rp 2.000.000

17

17

> Rp 2.000.000

24

24

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 5

Diagram Lingkar Identitas

Responden Berdasarkan Penghasilan Orang Tua

Dari data tersebut di atas bahwa responden yang orang tuanya berpenghasilan < Rp 500.000 adalah sebanyak 6 responden atau 6%, dengan besar penghasilan orang tua yang sangat minim tersebut, biaya pendidikan biaya pendidikan responden ditanggung oleh pihak saudara responden dan bertempat tinggal di rumah saudara orang tua, sehungga dengan besar penghasilan orang tua < Rp 500.000, responden masih dapat menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta. sedangkan untuk 17 responden atau 17% penghasilan orang tuanya sebesar > Rp 1.500.000 – Rp 2.000.000. Untuk penghasilan orang tua sebesar > Rp 500.000 – Rp 1.000.000 terdapat 21 responden atau 21%. Penghasilan orang tua terbesar yaitu > Rp 2.000.000 terdapat 24 responden atau 24%, dan dengan jumlah responden terbanyak sebesar 32 responden atau 32% adalah dengan penghasilan orang tua antara > Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000

Sebagian besar responden memiliki orang tua yang berpenghasilan antara > Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000, sehingga dapat dikemukakan bahwa responden akan mempertimbangkan besar biaya pendidikan di perguruan tinggi dengan penghasilan orang tua dalam membiayai seluruh biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta.

f. Besar Uang Saku per Bulan

Uang saku akan digunakan untuk pendukung kelengkapan kegiatan akademik seperti fotocopy dan jilid makalah, rental komputer dan lainnya. Besar uang saku yang di atas rata – rata akan lebih mudah dalam merealisasikan biaya pendukung kegiatan akademik ini, tetapi tidak bagi responden yang memiliki uang saku di bawah rata – rata. Sehingga dalam memilih perguruan tinggi swasta besar uang saku akan dipertimbangkan. Tabel IV. 6 dan Gambat IV. 6 akan ditunjukkan identitas responden berdasarkan besarnya uang saku per bulan.

Tabel IV. 6

Identitas Responden Berdasarkan Besar Uang Saku per Bulan

Besar Uang Saku

Jumlah

Prosentase (%)

< Rp 250.000

25

25

> Rp 250.000 - Rp 500.000

54

54

> Rp 500.000 - Rp 750.000

12

12

> Rp 750.000

9

9

Jumlah

100

100

Sumber : Data Primer, diolah, Juni 2005

Gambar IV. 6

Diagram Lingkar Identitas

Responden Berdasarkan Besar Uang Saku per Bulan

Berdasarkan data di atas hanya 9 responden atau 9% yang memiliki uang saku sebesar > Rp 750.000, untuk uang saku sebesar > Rp 500.000 – Rp 750.000 dimiliki oleh 12 responden atau 12%, sedangkan 25 responden atau 25 % memiliki uang saku sebesar > Rp 250.000, dan besar uang saku antara > Rp 250.000 – Rp 500.000 dimiliki oleh 54 responden atau 54%.

Kondisi di atas mengindikasikan bahwa responden memiliki besar uang saku yang rata – rata dapat memenuhi kebutuhan akademiknya. Hal ini dapat dilihat dari besarnya uang saku yang diterima responden.

4.3. Analisis Frequencies

Pada lampiran 3 halaman 113-116 dapat dilihat bahwa setelah dilakukan penganalisisan data dengan menggunakan analisis frequencies, ternyata hasil jumlah data (N) yang dinyatakan valid adalah 100 lembar. Adapun maksudnya adalah 100 lembar kuesioner yang disebarkan kepada responden telah dikembalikan tepat 100 lembar yang berisikan jawaban responden terhadap pertanyaan yang diajukan peneliti melalui kuesioner yang telah disebarkan dengan ketepatan pengisian jawaban.

Dari kuesioner yang telah dikembalikan kepada peneliti tersebut, akan dianalisis kevalidan dan reliabilitasnya, yang dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 117-118.

Dari proses analisis korelasi diperoleh hasil sebagai berikut :

  1. Validitas instrumen penelitian

Pengujian instrumen penelitian baik dari segi validitasnya maupun relaibilitasnya pada 100 responden diperoleh bahwa hasil instrumen yang dipergunakan adalah valid, dimana memiliki koefisien korelasi di atas angka kritis 0,396 dan tingkat probabilitas lebih kecil dari 0,05 (5%), maka dinyatakan valid dan apabila terjadi sebaliknya dinyatakan tidak valid. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas dilihat dari alpha yang telah dibakukan lebih besar dari 0,5 dinyatakan reliabel.

Pada tabel IV. 7 dapat dilihat hasil analisis mengenai validitas

Tabel IV. 7

Validitas Instrumen Penelitian

Variabel

R

Sig

Keterangan

X1

0,539

0,000

Valid

X2

0,579

0,000

Valid

X3

0,569

0,000

Valid

X4

0,537

0,000

Valid

X5

0,565

0,000

Valid

X6

0,551

0,000

Valid

X7

0,581

0,000

Valid

X8

0,550

0,000

Valid

X9

0,534

0,000

Valid

X10

0,539

0,000

Valid

X11

0,577

0,000

Valid

X12

0,577

0,000

Valid

X13

0,621

0,000

Valid

X14

0,573

0,000

Valid

X15

0,570

0,000

Valid

X16

0,258

0,005

Valid

Sumber : lampiran halaman 117-118

Berdasarkan tabel tersebut, menunjukkan semua variabel pertanyaan untuk faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa terhadap keputusan pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari 0,396 dan probabilitas lebih kecil dari 0,05 (5%). Dengan demikian berarti 16 variabel pertanyaan dinyatakan valid dan dapat dilakukan pengujian selanjutnya.

Untuk mengetahui tingkat reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 5 yang menghasilkan alpa yang telah dibakukan (Standardized Item Alpha) sebesar 0,8427 yang lebih besar dari reliabilitas yang diijinkan, yaitu apabila jumlah pertanyaan sebanyak 20 butir tingkat reliabelnya sebesar 0,50. Hasil reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner dengan 16 butir pertanyaan dinyatakan reliabel dan dapat dilakukan pengujian selanjutnya.

4.4 Analisa Faktor

Untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang secara substantif bermakna dalam arti bahwa faktor – faktor tersebut meringkas variabel – variabel yang diukur menjadi variabel – variabel yang lebih sedikit jumlahnya, maka dilakukan langkah – langkah dalam analisis faktor sebagai berikut :

4.4.1 Merumuskan Masalah

Perumusan masalah telah dikemukakan pada bab sebelumnya dengan jelas dimana variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 16 variabel.

4.4.2 Membuat Matrik Korelasi

Semua data yang masuk diolah dengan menggunakan analisis faktor dan menghasilkan matrik korelasi. Dengan adanya matrik korelasi dapat diidentifikasikan variabel – variabel yang saling berhubungan. Variabel yang tidak berhubungan dengan variabel lain dikeluarkan dari analisis. Untuk menguji apakah 16 variabel tersebut saling berhubungan diperlihatkan dengan nilai Determinant of Correlation Matrix, Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling (KMO), dan Barlett Test of Spehricity. Dari hasil pengujian yang disajikan pada lampiran 6 halaman 120-123, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

a. Tahap 1

· Determinant of Correlation Matrix

Matrik korelasi dikatakan saling terkait antar variabel apabila determinan mendekati 0 (nol). Hasil determinan korelasi pada lampiran halaman 120 yaitu 0,0007015 hal ini menunjukkan bahwa antar variabel saling berkorelasi karena nilai determinan matrik mendekati 0.

· Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling (KMO)

Nilai KMO Measure of Sampling dianggap mencukupi apabila lebih dari 0,5. Hasil KMO Measure of Sampling pada lampiran halaman 121 yaitu sebesar 0,817, artinya terdapat bukti yang cukup signifikan bahwa masing – masing variabel – variabel yang digunakan dalam analisis faktor memiliki korelasi yang signifikan karena memiliki nilai KMO diatas 0,5.

· Barlett Test of Spehricity

Barlett Test of Spehricity digunakan untuk menguji keterkaitan antara variabel – variabel yang ada. Hasil dari Barlett Test of Spehricity pada lampiran halaman 121 adalah 460,425 dan signifikasi 0,000 , hal ini menunjukkan bahwa antar variabel terjadi korelasi karena signifikasi di bawah 0,05 (5%).

Untuk mengetahui apakah suatu variabel itu memenuhi syarat kecukupan atau tidak, digunakan Measure of Sampling Adequency (MSA) dan Komunalitas, dimana batas kecukupan MSA dan Komunalitas adalah lebih dari 0,5. Pada lampiran halaman 123 kolom Communalities menunjukkan bahwa X16 memiliki komunalitas sebesar 0,136 yang artinya tidak memenuhi syarat kecukupan karena berada di bawah 0,5 dan X16 harus dikeluarkan dari variabel sehingga jumlah variabel menjadi 15 untuk dapat dilakukan penganalisisan selanjutnya.

b. Tahap II

· Determinant of Correlation Matrix

Matrik korelasi dikatakan saling terkait antar variabel apabila determinan mendekati 0 (nol). Hasil determinan korelasi yaitu 0,0007204 pada lampiran 7 halaman 124 hal ini menunjukkan bahwa antar variabel saling berkorelasi karena nilai determinan matrik mendekati 0.

· Kaiser Meyer Olkin Measure of Sampling (KMO)

Nilai KMO Measure of Sampling dianggap mencukupi apabila lebih dari 0,5. Hasil KMO Measure of Sampling pada lampiran halaman 125 yaitu sebesar 0,816, artinya terdapat bukti yang cukup signifikan bahwa masing – masing variabel – variabel yang digunakan dalam analisis faktor memiliki korelasi yang signifikan karena memiliki nilai KMO diatas 0,5.

· Barlett Test of Spehricity

Barlett Test of Spehricity digunakan untuk menguji keterkaitan antara variabel – variabel yang ada. Hasil dari Barlett Test of Spehricity pada lampiran halaman 125 adalah 459,601 dan signifikasi 0,000 , hal ini menunjukkan bahwa antar variabel terjadi korelasi karena signifikasi di bawah 0,05 (5%). Pada tahap I telah dikemukakan bahwa terdapat pembuangan 1 variabel karena tidak memenuhi syarat kecukupan. Sehingga penganalisaan selanjutnya hanya menunjukkan 15 variabel yang mempunyai MSA dan Komunalitas di atas 0,5.

Variabel – variabel tersebut dapat dilihat pada tabel IV. 8 sebagai berikut :

Tabel IV. 8

Measures of Sampling (MSA) dan Communalities

Variabel

MSA

Communalitas

X1

0,845

0,691

X2

0,859

0,679

X3

0,876

0,665

X4

0,773

0,812

X5

0,783

0,800

X6

0,873

0,664

X7

0,843

0,673

X8

0,814

0,711

X9

0,763

0,803

X10

0,755

0,809

X11

0,760

0,822

X12

0,749

0,822

X13

0,855

0,705

X14

0,860

0,674

X15

0,839

0,709

Sumber : Lampiran hal. 126-127

4.4.3 Menentukan Jumlah Faktor

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Principle Component Analysis (PCA). Untuk menentukan jumlah faktor dapat didasarkan pada nilai Eigenvalue, Percent of Variance, dan Communalitive Percent. Jika didasarkan pada eigenvalue, suatu faktor akan mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, apabila nilai eigenvaluenya lebih besar dari 1,0, jika didasarkan pada Percent of Variance harus memiliki nilai lebih besar dari 5,0, sedangkan jika didasarkan pada Communalitive Percent nilai minimum adalah 60%. Dari hasil analisis jumlah faktor yang didasarkan pada kriteria tersebut sebanyak 6 faktor.

Lebih jelasnya ditunjukkan pada tabel IV. 9 berikut ini :

Tabel IV. 9

Total Variance Explained Berdasarkan Nilai

Eigenvalue, Percent of Variance, dan Communalities Percent

Component

Initial Eigenvalue

Total

% of Variance

Cumulative %

1

4,860

32,403

32,403

2

1,386

9,237

41,640

3

1,306

8,706

50,346

4

1,216

8,105

58,452

5

1,167

7,779

66,230

6

1,105

7,369

73,599

Sumber : Lampiran hal.127

Nilai Eigenvalue setiap faktor memenuhi syarat karena lebih besar dari 1, total varian keenam faktor adalah 73,599 sehingga memenuhi syarat kecukupan total varian sebesar 60%.

4.4.4 Rotasi Faktor

Matrik faktor digunakan untuk menyatakan variabel – variabel baku dari faktor. Variabel yang memiliki faktor loading tinggi menunjukkan bahwa anatar faktor dan variabel memiliki korelasi yang tinggi. Faktor loading dari masing – masing variabel dapat digunakan untuk menginterpretasikannya, namun masih sulit diinterpretasikan karena masih mempunyai korelasi dari berbagai variabel. Oleh karena itu, diperlukan suatu rotasi faktor untuk menyederhanakan matrik tersebut agar mudah untuk diinterpretasikan.

Metode rotasi faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Varimax Procedure, yaitu metode rotasi yang bersifat orthogonal (tidak berkorelasi), dimana mampu mengurangi jumlah variabel yang memiliki loading > 0,5 sehingga menimbulkan adanya matrik faktor yang telah sederhana dan mudah untuk diinterpretasikan. Hasil rotasi faktor dapat dilihat pada tabel IV. 10

Tabel IV. 10

Rotasi Faktor dengan Metode Varimax

No.

Variabel

Faktor

Eigen value

Pct of Var

Cum Pct

Faktor Loading

1

X15

1

2,109

14,061

14,061

0,815

2

X13





0,789

3

X14





0,784

4

X8

2

2,052

13,679

27,740

0,815

5

X7





0,770

6

X6





0,768

7

X1

3

2,043

13,623

41,363

0,803

8

X2





0,777

9

X3





0,768

10

X11

4

1,645

10,965

52,328

0,865

11

X12





0,864

12

X4

5

1,601

10,675

63,003

0,864

13

X5





0,847

14

X10

6

1,589

10,596

73,599

0,855

15

X9





0,848

Sumber : Lampiran hal.115 dan hal. 130

4.4.5 Model Fit

Pada tahap akhir dari analisis faktor adalah untuk mengetahui ketepatan model yang digunakan (model fit). Apabila matrik korelasi asal dibandingkan dengan matrik korelasi pada bentukan baru memiliki nilai perbedaan residual lebih dari 5%, maka telah dianggap mengalami perubahan.

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa 11% residual mengalami perubahan di atas 5%, artinya lebih sedikit dari residual yang mengalami perubahan di bawah 5% (80%). Hal ini mengindikasikan bahwa model dapat diterima.

4.4.6 Interprestasi Faktor

Interpretasi faktor mengacu pada hasil analisis yang telah diringkas pada tabel IV.10. Pada tabel tersebut tampak bahwa 15 variabel yang ada tersebar pada 6 faktor dengan total varian sebesar 73,599 dan dengan kisaran faktor loading antara 0,768 hingga 0,865. Interpretasi hail analisis tiap – tiap faktor dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Faktor Pertama

Faktor pertama yang menempati ranking tertinggi dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor Motivasi. Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue terbesar yaitu 2,109 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 14,061%. Variabel yang tertingi dalam mendukung faktor ini adalah X15 (keberadaan teman – teman) dengan loading factor sebesar 0,815. Variabel – variabel lain yang juga mendukung adalah X13 (keberhasilan alumni) dengan loading factor sebesar 0,789, X14 (kemudahan memperoleh pekerjaan) dengan loading factor sebesar 0,784.

b. Faktor Kedua

Faktor kedua dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor bukti fisik perguruan tinggi (physical evidence). Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue sebesar 2,052 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 13,679 %. Variabel yang mendukung faktor ini adalah X8 (kondisi gedung kuliah) dengan loading factor sebesar 0,815, X7 (kondisi lingkungan kampus) dengan loading factor sebesar 0,770, X6 (kelengkapan fasilitas kampus) dengan loading factor sebesar 0,768.

c. Faktor Ketiga

Faktor ketiga dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor produk. Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue sebesar 2,043 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 13,623 %. Variabel yang mendukung faktor ini adalah X1 (kurikulum) dengan loading factor sebesar 0,803, X2 (citra/image) dengan loading factor sebesar 0,777, dan X3 (status akreditasi) dengan loading factor sebesar 0,768.

d. Faktor Keempat

Faktor keempat dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor kelompok referensi. Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue sebesar 1,645 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 10,965 %. Variabel yang mendukung faktor ini adalah X11 (keluarga) dengan loading factor sebesar 0,865, X12 (teman) dengan loading factor sebesar 0,864.

e. Faktor Kelima

Faktor kelima dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor harga. Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue sebesar 1,601 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 10,675 %. Variabel yang mendukung faktor ini adalah X4 (biaya pendidikan) dengan loading factor sebesar 0,864, X5 (potongan biaya pendidikan) dengan loading factor sebesar 0,847.

f. Faktor Keenam

Faktor keenam dalam faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor orang – orang (people). Faktor tersebut memiliki nilai eigenvalue sebesar 1,589 dan mampu menjelaskan keragaman (varian) dari variabel – variabel yang diobservasi sebesar 10,596 %. Variabel yang mendukung faktor ini adalah X10 (karyawan) dengan loading factor sebesar 0,855, X9 (dosen) dengan loading factor sebesar 0,848.

4.5 Pembuktian Hipotesis

Seperti yang telah dirumuskan pada bab II, terdapat 2 hipotesis yang diajukan sebagai jawaban sementara atas permasalahan yang timbul. Oleh karena itu, hipotesis harus dibuktikan apabila benar – benar jawaban atas permasalahan.

4.5.1 Hipotesis Pertama

Pada hipotesis pertama disebutkan bahwa diduga faktor produk, harga, bukti fisik perguruan tinggi, orang – orang, kelompok referensi, motivasi, dan keadaan ekonomi mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta. Untuk membuktikan hipotesis pertama, digunakan analisis faktor. Hasil analisis faktor didapat adanya 6 faktor yang dapat menjelaskan 73,599 dari seluruh faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang.

Dengan didukung 15 variabel yang valid dan model faktor yang reliabel, keenam faktor tersebut antara lain :

a. Faktor Motivasi yang didukung oleh variabel X15 (keberadaan teman – teman), X13 (keberhasilan alumni), X14 (kemudahan memperoleh pekerjaan).

b. Faktor bukti fisik perguruan tinggi (physical evidence) yang didukung oleh variabel X8 (kondisi gedung kuliah), X7 (kondisi lingkungan kampus), dan X6 (kelengkapan fasilitas kampus)

c. Faktor produk yang didukung oleh variabel X1 (kurikulum), X2 (citra/image), dan X3 (status akreditasi).

d. Faktor kelompok referensi yang didukung oleh variabel X11 (keluarga), dan X12 (teman).

e. Faktor harga yang didukung oleh variabel X4 (biaya pendidikan), dan X5 (potongan biaya pendidikan).

f. Faktor orang – orang (people) yang didukung oleh variabel X10 (karyawan), dan X9 (dosen).

Berdasarkan hasil analisis faktor tersebut menyatakan bahwa hipotesis pertama tidak terbukti karena pada hipotesis pertama disebutkan adanya faktor keadaan ekonomi, sedangkan pada hasil analisis faktor tidak terdapat faktor keadaan ekonomi dan tidak terdapat 7 faktor seperti yang diduga tetapi terdapat 6 faktor.

4.5.2 Hipotesis Kedua

Hipotesis kedua menyebutkan bahwa diduga faktor motivasi mempunyai pengaruh paling dominan terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang. Hipotesis ini terbukti karena dari hasil analisis, faktor motivasi merupakan faktor yang menempati urutan pertama dengan memiliki nilai eigenavalue yang terbesar yaitu 2,109, dan dapat menjelaskan keragaman variabel dengan nilai sebesar 14,061 % dari seluruh faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang.

4.6. Implikasi Kebijakan

Mengetahui dan memahami perilaku mahasiswa dalam membuat keputusan terhadap pemilihan perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor yang sangat penting dilakukan oleh pihak perguruan tinggi. Berdasarkan pengujian hipotesis dikemukakan bahwa faktor motivasi, bukti fisik perguruan tinggi, produk, kelompok referensi, harga, dan orang-orang yang terdapat pada perguruan tinggi membawa pengaruh bagi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta, dan yang memiliki pengaruh dominan adalah faktor motivasi.

4.6.1 Implikasi Kebijakan pada Universitas Gajayana Malang

Universitas Gajayana Malang menerapkan beberapa kebijakan dalam mencapai visi dan misinya. Adanya 6 Fakultas dengan 10 Program Studi serta memiliki Program Pascasarjana dengan Program Studi Magister Manajemen menuntut diterapkannya proses belajar mengajar yang baik disertai pula dengan pengembangan sarana pendukung perkuliahan, agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

Metode pengajaran untuk tiap – tiap fakultas menerapkan cara yang berbeda – beda. Untuk Program Pascasarjana kurikulum yang diterapkan diupayakan menggunakan dua pendekatan, yaitu 1) Akademik/Hypotesis Testing, 2) Profesioanal / Case Study. Terdapat pemberian kuliah matrikulasi selama satu bulan pada awal kuliah sebagai pengetahuan dasar bagi kelompok peserta non-ekonomi. Sedangkan pada Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra, dan Fakultas Teknik terdapat kelas khusus/paralel bagi pimpinan, staf, dan karyawan/instansi pemerintah dan swasta. Selain itu untuk dapat memberikan tambahan ketrampilan bagi calon lulusan Sarjana S1, Universitas Gajayana memberikan pendidikan profesional meliputi pendalaman bidang komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Wirausaha, Magang, Perpajakan, Praktik Akuntansi, dan Pasar Modal. Kurikulum dirancang agar lulusan Universitas Gajayana Malang mempunyai kemampuan mengelola, mengolah, dan menganalisis data untuk mendukung proses pengambilan keputusan (decision making). Kurikulum sepenuhnya didasarkan atas kurikulum nasional yang baku dengan penambahan. Relevansi kurikulum yang telah diterapkan pada Universitas Gajayana Malang diupayakan agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, dimana lebih menekankan pada mata kuliah aplikatif untuk pengembangan skill untuk mempersiapkan lulusan yang siap mengahadapi dunia kerja (orientasi pada bobot ketrampilan, keahlian dan prosesional) berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi, misalnya pada Fakultas Psikologi dterapkannya Kapita Selekta Psikologi, Pengembangan Diri dan Karir, Pelatihan Kerja dengan memberikan ilmu praktis seperti penulisan lamaran kerja, kemampuan menghadapi tes psikologi dan interview, dimana diharapkan mahasiswa lebih percaya diri. Sedangkan citra yang ingin dikembangkan oleh Universitas Gajayana adalah penerapan pendidikan yang aplikatif dan orientasi profesional dengan memberikan biaya pendidikan yang murah dan terjangkau. Hal tersebut dapat menjadi cara untuk menarik minat mahasiswa dalam memilih biaya pendidikan yang murah mengingat tingginya biaya hidup saat ini dengan tetap memperoleh pendidikan yang aplikatif, dengan status akreditasi pada Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra, Fakultas Teknik( Teknik Elektronika dan Telekomunukasi dan Teknik Sistem Energi Listrik), dan Program Pascasarjana.

Penerapan kurikulum, metode pengajaran, produk unggulan fakultas, dan kebijakan akademik yang mengarah pada persiapan profesional dapat tetap diterapkan, tetapi yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan adalah pengukuran kualitas selama proses perencanaan dan pelaksanaan (planning and execution). Penerapan standarisasi proses belajar mengajar dengan modul standar kualitas akan dapat lebih meningkatkan nilai suatu perguruan tinggi, dengan didukung oleh pengertian dan pemahaman seluruh pihak di Universitas Gajayana.

Dalam kebijakan harga atau biaya yang diterapkan oleh Universits Gajayana diupayakan agar dapat meringankan mahasiswa. Hal tersebut dapat dilihat melalui dana pengembangan pendidikan yang dapat diangsur oleh mahasiswa sesuai dengan kemampuan keuangan mahasiswa, dengan uang SPP Rp 125.00 setiap bulan. Khusus pada Fakulats Ilmu Komputer Prodi Sistem Informasi uang SPP Rp 1.500.000 per semester, dengan bebas memanfaatkan fasilitas komputer setiap saat dan bebas biaya lain. Keringanan 25% dari dana pengembangan pendidikan untuk pendaftar gelombang I khusus program studi Ekonomi Pembangunan, Statistika Industri dan Bisnis, Teknik Sistem Energi Listrik, dan Psikologi Umum dan Bisnis. Sistem pembayaran dan besar biaya pendidikan tersebut sekilas memang tergolong terjangkau, didukung pula adanya potongan pembayaran, tetapi perlu diingat adalah meskipun biaya yang ditetapkan terjangkau dan murah harus diimbangi dengan kualitas pendidikan. Penetapan citra Universitas Gajayana Malang adalah biaya pendidikan murah sebaiknya diikuti dengan penerapan proses pendidikan dan sarana pendukung yang berkualitas, sesuai dengan janji yang ditetapkan. Dua poin tersebut akan dapat menjadi daya jual dalam menarik minat mahasiswa, karena melihat kondisi ekonomi yang sulit sekaligus diiringi dengan dunia yang semakin kompetitif menuntut setiap orang untuk dapat mengeyam pendidikan tinggi yang dapat mengembangkan dan meningkatkan ilmu dan ketrampilan dengan harga terjangkau.

Sarana pendukung untuk memperlancar proses belajar mengajar memang diperlukan. Universitas Gajayana Malang menerapkan hal tersebut untuk tiap – tiap fakultas dan program studi. Pada Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen menerbitkan “Jurnal Manajemen Gajayana” sebagai publikasi ilmiah di bidang manajemen dan mengembangkan Laboratorium Manajemen di bidang Kewirausahaan, Pemasaran, dan Organisasi, serta adanya Keputusan Berbasis Komputer. Fasilitas khusus pada MIPA Prgram Studi Statistika Industri dan Bisnis adalah Statistical Computing untuk menerapkan mata kuliah yang diajarkan. Fasilitas Pusat Belajar Mandiri dengan laboratorium bahasa bagi Fakultas Sastra. Pada Fakultas Teknik untuk Program Studi Teknik Elektro memiliki 6 labotarorium dan Teknik Mesin memiliki 9 laboratorium. Fakultas Psikologi memiliki ruang kelas quantum, Lembaga Psikologi Terapan (LemPisTer) untuk pemanfaatan ilmu secara profesional yang mampu menjalaankan proses recruitment, mampu menganalisis kebutuhan jabatan tertentu. Selain fasilitas pendukung pada tiap – tiap fakultas, didukung pula oleh suasana atau kondisi lingkungan Universitas Gajayana. Universitas Gajayana memperhatikan keasrian lingkungan dengan adanya penghijauan yang akan membuat mahasiswa terasa nyaman. Semua fasilitas tersebut masih belum dipotimalkan sebagaimana mestinya, dimana melalui saran pendukung yang tersedia seharusnya dapat menambah gairah pembelajaran bagi mahasiswa karena melalui sarana / fasilitas tersebut ilmu yang didapat selama kuliah dapat diaplikasikan, karena mahasiswa akan berorientasi untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus kuliah. Pembinaan yang terus – menerus baik oleh dosen maupun praktisi akan dapat menggugah minat mahasiswa, sehingga tercipta atmosfer pendidikan yang kental. Maintainance fasilitas fisik lainnya, seperti gedung, ruang kuliah, perpustakaan, taman harus selalu dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus.

Salah satu keunggulan Universitas Gajayaana Malang adalah pengajar atau dosen sebagian besar berasal dari dosen Universitas Brawijaya Malang, karena terdapat hubungan kerjasama antara Universitas Gajayana dan Universitas Brawijaya Malang. Bukan hanya sebagai dosen, tetapi orang – orang Universitas Brawijaya juga menempati jajaran manajemen pendidikan Universitas Gajayana Malang, dimana sebagian besar adalah sebagai Guru Besar dan lulusan S2 dan S3 Universitas Brawijaya. Posisi Ketua P4K Gajayana – Yayasan Pendidikan Gajayana dijabat oleh Prof.Dr.Mohamad Saleh, SE, MM dan Rektor Universitas Gajayana Malang dijabat oleh Prof.O.S. Hastoeti Harsono, SE dimana keduanya sebagai mantan Dekan sekaligus sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Selain nama tersebut, banyak dosen – dosen yang menempati posisi penting di jajaran manajemen Universitas Gajayana Malang, baik itu sebagai Dekan maupun Asisten Direktur Pascasarjana. Hal tersebut seharusnya dapat menjadi daya tarik dan daya jual dalam menarik minat mahasiswa, karena berdasarkan kuesioner yang peneliti sebarkan ke responden, mahasiswa memilih perguruan tinggi swasta karena alasan tidak diterimanya di SPMB di perguruan tinggi negeri. Universitas Gajayana perlu melihat peluang dengan menawarkan proses belajar oleh pengajar atau dosen yang berasal dari perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Brawijaya Malang, dimana sebagian besar adalah berpendidikan S2 dan beberapa sebagai Guru Besar. Oleh karena itu Universitas Gajayana Malang hendaknya dapat terus menjaga jalinan kerjasama yang baik dengan Universitas Brawijaya Malang. Seperti yang dikemukakan di atas, bahwa menciptakan pendidikan yang berkualitas sangat penting dengan didukung oleh orang – orang didalamnya, yaitu jajaran manajemen pendidikan, dosen dan karyawan.

Universitas Gajayana Malang menekankan pada peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan ketrampilan untuk menunjang orientasi profesional sesuai dengan program studi yang diambil. Terdapat pendidikan profesional, laoratorium dan pendidikan terapan yang akan membantu mahasiswa lebih memahami mata kuliah yang diambil. Peluang dan kesempatan tersebut harus lebih dapat dikembangkan melalui jalinan kerjasama dengan pihak luar, seperti pada Fakultas Psikologi Universitas Gajayana Malang, dimana Fakultas Psikologi menjadi konsultan Sumber Daya Manusia yang mengerjakan proses recruitment tenaga kerja sampai konsultan pengembangan karir bagi karyawan perusahaan yang menjadi klien. Tetapi saat ini aktivitas tersebut masih belum terdengar gaungnya, sehingga diperlukan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berkualitas untuk meningkatkan peluang tersebut, karena dengan kesempatan untuk menghidupkan suasana profesional, bukan tidak mungkin mahasiswa yang terlibat pada aktivitas itu akan lebih mudah mencari pekerjaan atau bahkan dapat ditarik oleh pihak perusahaan. Selain menciptakan aktivitas tersebut, harus didukung pula oleh aktivitas yang menciptakan atmosfer pendidikan yang kental, misalnya lokakarya, seminar, workshop¸ training, dan lomba karya ilmiah baik dalam skala lokal bahkan nasional yang bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan, ketrampilan dan aktualisasi potensi diri mahasiswa serta berhubungan dengan dunia profesional. Aktivitas itu dapat sekaligus sebagai promosi Universitas Gajayana Malang untuk lebih dikenal atau biasa disebut positioning and branding. Selama ini Universitas Gajayana masih kurang melakukan aktivitas tersebut, yang dapat membawa dampak kurang dikenalnya Universitas Gajayana Malang. Efisiensi dan produktivitas Universitas Gajayana Malang dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang masuk dan yang lulus. Tahun ini jumlah mahasiswa yang masuk sekitar 700 mahasiswa sedangkan yang lulus sekitar 600 mahasiswa. Efisiensi dan produktivitas harus diperhatikan agar proses atau alur perputaran pendidikan dapat berjalan lancar.

4.6.2 Implikasi Kebijakan pada Universitas Merdeka Malang

Status akreditasi pada Universitas Merdeka Malang sangat diperhatikan, terdapat 18 program studi yang terakreditasi. Kurikulum yang dari Universitas Merdeka Malang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) dan MKK (Mata Kuliah Keahlian). Terdapat mata – mata kuliah lama yang masih diterapkan di Universitas Merdeka Malang, misalnya IAD (Ilmu Alamiah Dasar) dan IBD (Ilmu Budaya Dasar). Pemberlakuan mata kuliah harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Pembaharuan – pembaharuan harus terus dilakukan dan selalu melihat perkembangan kondisi pendidikan. Penentuan standar kualitas kurikulum sangat diperlukan, penyesuaian dengan kurikulum nasional atau kurikulum perguruan tinggi negeri dapat dipergunakan. Univesritas Merdeka Malang dikenal sebagai universitas yang berorientasi pada kewirausahaan. Segala aktivitas yang dapat mengembangkan kewirausahaan sangat diutamakan, kegiatan tersebut dilakukan oleh Lembaga Pengabdian Masyarkat (LPM). 1 tahun terakhir terdapat kegiatan dengan LSPK dalam pemberian pelatihan dan modal untuk berwirausaha dari ADB (Asian Development Bank). Kemudian dilanjutkan dengan “Kompetisi Gabungan Untuk Mendapatkan Siswa Berprestasi Se-Malang Raya”, kegiatan tersebut untuk menjaring siswa SMA berprestasi dalam pembinaan kewirausahaan dan pengucuran dana / modal wirausaha dari Bank Jatim dan Yayasan Damandiri. Kegiatan – kegiatan tersebut sebagai cara dalam pembentukan citra Universitas Merdeka Malang. Kegiatan – kegiatan tersebut dapat secara konsisten dilaksanakan untuk memperkuat citra yang dibentuk.

Biaya pendidikan Universitas Merdeka Malang terdiri dari biaya DPP (Dana Pengembangan Pendidikan) dan SPP, dimana SPP tersebut termasuk biaya kesehatan/klinik, tes TOEFL, kursus komputer / penggunaan laboratorium komputer. Besar biaya SPP sekitar Rp 1.000.000 dimana setiap tahun biaya meningkat sekitar Rp 100.000. Hal ini tersebut diiringi dengan peningkatan fasilitas yang ada di Universits Meredeka Malang, misalnya pada tahun 2000 hanya beberapa kelas yang menggunakan AC, sekarang hampir sebagian besar ruang kelas menggunakan AC. Kenaikan biaya pendidikan setiap tahun dengan diiringi oleh peningkatan fasilitas / bukti fisik universitas sebagai kompensasi dan pelayanan Universitas Merdeka Malang kepada mahasiswa. Lokasi tiap – tiap fakultas tidak terkonsentrasi berada pada satu area besar, sehingga aura perkuliahan dan pendidikan kurang terasa, untuk meningkatkan atmosfer pendidikan, Universitas Merdeka Malang secara berkelanjutan mengadakan dan mengikuti kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan ilmiah, seperti lomba karya ilmiah, pertukaran mahasiswa, tetapi kegiatan tersebut kurang dipupuk, penumbuhan inisiatif baik dari mahasiswa maupun dari pihak universitas sendiri diperlukan sebagai aktualisasi perguruan tinggi sebagai lembaga yang mengutamakan pendidikan.

Pengajar / dosen Universitas Merdeka Malang memiliki Guru Besar tetap dan tidak tetap dimana secara keseluruhan memiliki 14 Guru Besar dan Dosen tetap dan tidak tetap, yang minimal berpendidikan S2. Kualitas dosen dilihat dari latar belakang pendidikan memiliki kualifikasi yang bagus, tetapi juga harus diperhatikan pula metode pengajaran mata kuliah yang digunakan. Kemudahan mahasiswa dalam menerima materi mata kuliah dari seorang dosen adalah hal yang sangat penting. Selain dosen, karyawan memegang peranan penting, penampilan karyawan Universitas Merdeka Malang mengenakan seragam, hal itu akan dapat memberi kesan baik dan profesional. Pemberian pelayanan kepada mahasiswa juga harus diperhatikan, karena mahasiswa adalah konsumen atau klien dari universitas. Tidak hanya pada penampilan melainkan juga ditindaklanjuti dengan sikap yang ramah, sopan, dan komunikatif.

Universitas Merdeka Malang memiliki Ikatan Alumni, masa bakti Dewan Pengurus setiap empat tahun sekali. Susunan organisasi Ikatan Alumni ini meliputi Pelindung, Dewan Pertimbangan Alumni, Dewan Pengurus, Fungsi di Bidang Operasional, Bidang Pengembangan IPTEK dan SDM, Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kewirausahaan, dan Bidang Bursa Informasi dan Peluang Kerja. Dari posisi dalam struktur organisasi tersebut, terdapat alumni – almuni Universitas Merdeka Malang yang berhasil dan sukses. Tetapi sangat disayangkan wadah tersebut belum dioptimalkan. Dengan mengoptimalkan lembaga itu, alumni dapat berperan sebagai motivator / pendorong mahasiswa untuk bersungguh – sungguh mengeyam pendidikan di Universitas Merdeka Malang. Selain itu Lembaga Ikatan Alumni Universitas Merdeka Malang dapat sebgai media atau fasilitator dalam menyediakan pelatihan dan informasi mengenai peluang kerja, karena alumni yang telah terjun langsung di dunia kerja sedikit banyak membantu mahasiswa dalam upaya memperoleh pekerjaan.

4.6.3. Implikasi Kebijakan terhadap Universitas Muhammadiyah Malang

Penetapan kurikulum program studi pada Universitas Muhammadiyah Malang terdiri dari empat kelompok, yaitu MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum), MKDK (Mata Kuliah Dasar Keahlian), MKK (Mata Kuliah Keahlian), dan MKP (Mata Kuliah Pilihan). Adanya mata kuliah non sks diberikan sebagai upaya untuk menambah wawasan kemampuan dan ketrampilan mahasiswa. Hal ini bersifat wajib khususnya program S-1. Pada tingkat universitas ada 2 mata kuliah non sks, yaitu Bahasa Inggris yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dan Bahasa Arab untuk Fakultas Agama Islam. Pelaksanaan perkuliahan yang diterapkan pada Universitas Muhammadiyah Malang ada 2 yaitu pada Semeter Reguler dan Sela Semester, dimana Sela Semester ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik kepada mahasiswa dalam mengantiasipasi tuntutan perkembangan dunia kerja dengan menurunkan waktu tempuh pendidikan. Kurikulum yang diterapkan dengan membagi 4 kelompok dapat diterapkan dengan catatan untuk selalu mengevaluasi apakah mata kuliah tersebut masih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan apakah masih relevan dengan kondisi saat ini yang menuntut mahasiswa dapat lebih meningkatkan kompetensinya. Universitas Muhammadiyah juga memberlakukan dan evaluasi keberhasilan studi pada akhir program studi sarjana. Evaluasi masa studi mahasiswa meliputi evaluasi studi dua tahun pertama, evaluasi studi dua tahun kedua, dan evaluasi batas akhir studi. Melalui evaluasi ini, Universitas Muhammadiayah Malang dapat terus memantau dan menjaga kualitas mahasiswa dan universitas. Tetapi hal tersebut juga harus didukung oleh kualitas standar kurikulum yang disusun, karena evaluasi akan kurang memberikan dampak postif bagi perkembangan mahasiswa jika kurikulum sudah tidak up date lagi.

Selain itu keberhasilan universitas akan didukung oleh citra / image yang dibentuk. Selama ini citra Universitas Muhammadiayah Malang sebagai universitas yang mengutamakan mahasiswa yang mempunyai IMTAQ dan didukung oleh fasilitas pendidikan yang memadai, seperti gedung megah, ruang kelas yang memadai. Lingkungan Universitas Muhammadiayah Malang yang luas dan besar mendorong mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiayah Malang. Hal tersebut harus terus ditindaklanjuti dengan pemberian proses pendidikan yang bagus sesuai dengan kemegahan dan besarnya lingkungan fisik Universitas Muhammadiayah Malang, karena tindak lanjut yang berkualitas selama proses pendidikan, tidak akan memberikan kekecewaan kepada mahasiswa, apabila tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mahasiswa akan mempengaruhi citra/image Universitas Muhammadiayah Malang yang telah dibentuk.

Biaya pendidikan pada Universitas Muhammadiayah Malang yang harus di lunasi oleh mahasiswa meliputi beban uang kuliah / SPP (untuk menyesuaikan tingkat inflasi, maka SPP tiap tahun akademik diadakan penyesuiaan berupa kenaikan sebasar 5% per tahun) dan Dana
Pengembangan Pendidikan. Selain itu mahasiswa juga membayar biaya pendaftaran, her-regestrasi, dana pembinaan kemahasiswaan, kursus internet, kursus bahasa inggris (selama 2 semester). Pembebanan biaya yang begitu banyak tersebut dapat mempengaruhi minat mahasiswa karena kondisi ekonomi yang menuntut tingginya biaya hidup sehari – hari. Universitas Muhammadiayah Malang dapat menerapkan fleksibilitas pada mahasiswa, terutama mahasiswa yang kurang mampu untuk dapat diberikan potongan pembayaran, selain itu dengan dikuranginya beban – beban biaya yang dirasa kurang perlu. Perhitungan kembali anggaran oleh pihak universitas secara periodik akan membantu mengatur alur keuangan universitas.

Universitas Muhammadiyah Malang dikenal dengan kondisi bukti fisiknya. Gedung kuliah bertingkat 8, Masjid Agung, DOME UMM, Lapangan terbuka yang luas, komplek organisasi yang besar serta sarana olahraga yang memadai merupakan daya tarik tersendiri bagi Universitas Muhammadiayah Malang. Peluang itu dapat dimanfaatkan sebagai penarik minat mahasiswa untuk menempuh pendidikan di sana. Tetapi kekurangan dari bukti fisik tersebut adalah kurangnya penghijauan ketika menuju tempat perkuliahan yang jauh dari jalan raya. Keasrian dan nyamannya sebuah perguruan tinggi akan menunjang kelancaran kegiatan akademik. Fasilitas – fasilitas yang luas dan megah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan – kegiatan bernuansa pendidikan ataupun kegiatan keorganisasian. Universitas Muhammadiyah Malang telah mempunyai program pembinaan mahasiswa, yaitu diselenggarakannya kegiatan ilmiah yang bersifat ko-kuikuler dalam bentuk pertemuan ilmiah, penelitian dan pengabdian masyarakat, menyelenggarakan kegiatan yang menjadi minat bakat mahasiswa berupa kesenian, olahraga, dan kegiatan lain yang menunjang prestasi dan kepribadian, menyelenggarakan latihan pengkaderan yang dilandasi nafas ke-Islaman dan Kemuhamadiyaan. Dari program pembinaan tersebut bukti fisik yang megah dan luas dapat lebih dioptimalkan, misalnya lomba olahraga untuk tingkat lokal atau nasional dilaksanakan pada gedung olahraga yang terdapat di Universitas Muhammadiyah Malang, atau mengadakan proyek – proyek pembinaan lain seperti penelitian, lomba debat atau kegiatan kerohanian. Program yang telah ditetapkan tersebut dapat dilaksanakan oleh mahsiswa, dimana akan mendorong tingkat keaktifan mahasiswa selain duduk di bangku kuliah.

Universitas Muhammadiyah Malang sudah menerapkan evaluasi untuk dosen / pengajar dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan seorang dosen dalam membina mata kuliah tertentu dan untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar. Adapun aspek – aspek yang dievaluasi adalah frekuensi kehadiran, respon mahasiswa terhadap proses belajar mengajar, dan persiapan mengajar. Evaluasi tersebut dapat lebih dikembangkan dengan mengacu pada standar kualitas, yaitu kompetensi dosen yang dapat dilihat dari knowledge, skill, dan attitude. Penampilan karyawan sudah cukup bagus dimana pada karyawan menggunakan pakaian rapi dan formal, tetapi adakalanya sikap dan penampilan karyawan kurang memberikan gambaran profesionalitas. Hal ini akan dapat berepengaruh pada persepsi mahasiswa terhadap kualitas Universitas Muhammadiyah Malang. Pemberlakuan standar performance dan adanya pendidikan profesi bagi karyawan akan sangat membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia pada Universitas Muhammadiyah Malang.

Penerapan ilmu yang diperoleh dalam mata kuliah terutama bagi pengembangan karir setelah lulus kuliah dapat dilakukan. Universitas Muhammadiyah Malang memiliki Pusat Bimbingan Konseling dan Laboratorium Konsultasi dan Pelayanan Hukum, tetapi untuk pelaksananya kurang optimal dalam memberdayakan mahasiswa. Setiap fakultas dapat memiliki wadah profesi sebagai implementasi di dunia kerja. Mahasiswa memiliki organisasi yang menaungi mahasiswa yang berasal dari daerah asal yang sama, pengaruh teman dari daerah asal mempengaruhi mahasiswa dalam menentukan perguruan tinggi, antrara lain mahasiswa dari Pacitan memiliki komunitas sendiri dalam Universitas Muhammadiyah. Sehingg diharapkan Universitas Muhammadiyah dapat lebih memperhatikan organisasi tersebut untuk menarik minat teman – teman mahasiswa yang berasal dari daerah asal yang sama.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Pada penelitian ini menggunakan metode analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor, maka dapat diambil kesimpulan dari faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, sebagai berikut :

a. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa terjadi pengurangan variabel dari 16 variabel menjadi 15 variabel. Variabel yang dikeluarkan adalah X16 (penghasilan orang tua), berdasarkan analisis, variabel ini memiliki nilai Komunalitas sebesar 0,136, yang artinya tidak memenuhi syarat kecukupan variabel yaitu lebih besar dari 0,5. 0,5 adalah nilai batas minimum hubungan variabel dengan faktor yang terbentuk, komunalitas 0,136 ysng diwakili oelh variabel X16 tidak mempunyai korelasi atau hubungan dengan faktor yang nanti terbentuk.

b. Hasil analisis faktor menunjukkan prosentase keragaman (prosentase of varian) sebesar 73,599 %. Hal ini mengandung arti bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang sebesar 73,599 % dan sisanya 26,401 % adalah faktor – faktor lain yang tidak termasuk atau tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.

c. Faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang adalah faktor motivasi dengan prosentase keragaman sebesar 14,061 %, faktor bukti fisik perguruan tinggi (physical evidence) dengan prosentase keragaman sebesar 13,679 %, faktor produk dengan prosentase keragaman sebesar 13,623 %, faktor kelompok referensi dengan prosentase keragaman sebesar 10,965 %, faktor harga dengan prosentase keragaman sebesar 10,675 %, dan faktor orang – orang (people) dengan prosentase keragaman sebesar 10,596 %.

d. Melalui analisis faktor dapat diketahui bahwa faktor motivasi merupakan faktor utama karena memiliki nilai terbesar sebesar 14,061 % dalam menjelaskan keragaman faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih pergurun tinggi swasta di Malang.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut :

a. Faktor motivasi adalah faktor utama yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, dengan nilai eigenvalue sebesar 2,109, yang terdiri dari keberadaan teman – teman, keberhasilan alumni, dan kemudahan memperoleh pekerjaan. Langkah yang efektif bagi pihak perguruan tinggi swasta adalah dengan menjaga dan memelihara hubungan antara perguruan tinggi dengan alumni dan secara konsisten dan berkelanjutan untuk melibatkan alumni dalam memotivasi, membagi pengalaman atas keberhasilan alumni yang ditindaklanjuti dengan memberikan peluang – peluang baru bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan mata kuliah yang telah ditempuh. Selain itu perguruan tinggi swasta hendaknya dapat menjalin dan memperluas jaringan dengan pihak eksternal yang dalam hal ini adalah pihak perusahaan dan organisasi, yang nantinya mahasiswa dapat melakukan kuliah praktek kerja di perusahaan dan organisasi tersebut. Dengan menjalin hubungan dengan pihak perusahaan dan organisasi, perguruan tinggi dapat melihat, mengamati, dan mempelajari employee demand and qualification yang dibutuhkan perusahaan dan organisasi. Perguruan tiinggi swasta dapat mengadakan pelatihan capacity building untuk meningkatkan skill and knowledge yang sering diaplikasikan di dunia kerja, mengingat salah satu variabel pendukung faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta adalah kemudahan memperoleh pekerjaan.

b. Faktor bukti fisik perguruan tinggi yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, dengan nilai eigenvalue sebesar 2,052 yang terdiri dari kondisi gedung kuliah, kondisi lingkungan kampus, dan kelengkapan fasilitas kampus. Berdasarkan hal tersebut, maka diharapkan bagi pihak perguruan tinggi swasta dapat terus memperhatikan, memelihara, dan menjaga :

1. Kelengkapan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar (seperti link internet, ruang kelas, OHP, infokus, kelengkapan referensi, practical learning corner)

2. Keasrian, kanyamanan, dan keamanan kampus. Perguruan tinggi dapat menjamin keselamatan mahasiswa dengan menerapkan standar prosedur operasional kampus, penerapan etika di kalangan mahsiswa, dosen, dan karyawan. Selain itu, perguruan tinggi hendaknya dapat selalu menjaga kelestarian dan keasrian lingkungan alam di sekitar kampus.

3. Hubungan dengan masyarakat sekitar kampus. Menghormati, menghargai setiap norma yang berlaku di kalangan masyarakat sekitar kampus, menerapkan organization social responsibiltty kepada masyarakat. Menjalin hubungan sosial yang baik dengan masyarakat secara tidak langsung akan memperlancar proses belajar mengajar.

c. Kaitannya dengan produk yang terdiri dari kurikulum, citra/image, dan status akreditasi dengan nilai eigenvalue sebesar 2,043. Pihak perguruan tinggi swasta hendaknya dapat merumuskan standar kualitas pendidikan (kurikulum, program studi, metode belajar mengajar, serta sumber daya manusianya). Untuk selalu dapat memberikan kualitas yang terbaik, perguruan tinggi swasta dapat menerapkan performance appraisal (sebagai bahan eveluasi dan kontrol) setiap 6 – 1 tahun, bagi seluruh aspek dalam perguruan tinggi tersebut (dosen, karyawan, mahasiswa, proses belajar mengajar), hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta.

Perumusan dan penerapan university’s statement baik di lingkungan internal dan eksternal perguruan tinggi oleh seluruh pihak, akan memperkuat branding dan positioning perguruan tinggi swasta.

d. Berkaitan dengan kelompok referensi yang terdiri dari keluarga, dan teman dengan nilai eigenvalue sebesar 1,645. Pengaruh orang terdekat mahasiswa merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Pembuatan katalog, brosur, website akan mempermudah akses mahasiswa untuk mengetahui informasi – informasi mengenai perguruan tinggi swasta.

e. Faktor harga yang didukung oleh biaya pendidikan, dan potongan biaya pendidikan dengan nilai eigenvalue sebesar 1,601. Pihak perguruan tinggi hendaknya dapat menerapkan sistem pembentukan biaya pendidikan yang sesuai dengan kondisi segmen pasar yang merupakan target perguruan tinggi swasta. Penerapan program beasiswa yang berkelanjutan dapat menarik minat mahasiswa untuk terus berprestasi.

f. Faktor orang – orang (people) yang terdiri dari karyawan, dan dosen dengan nilai eigenvalue sebesar 1,589. Pihak perguruan tinggi swasta hendaknya dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas dosen dan karyawan melalui pemberian kesempatan untuk memperoleh pelatihan, pendidikan untuk dapat mengembangkan skill and knowledge yang berhubungan dengan pendidikan (cara mengajar, pembuatan sistem kurikulum dan modul yang berkualitas, customer service, standar operation procedure).

g. Perguruan tinggi swasta dapat mempertimbangkan faktor – faktor selain yang telah dibahas sebelumnya dimana dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta di Malang, yaitu lokasi kampus yang dekat dengan pusat kota dan tempat tinggal mahasiswa serta kemudahan akses transportasi, kerjasama perguruan tinggi swasta dengan pihak lain, kualitas perguruan tunggi swasta yang sama dengan perguruan tinggi negeri. Saat ini pertumbuhan perguruan tinggi swasta - perguruan tinggi swasta semakin meningkat. Hal tersebut menuntut perguruan tinggi swasta dapat menumbuhkan unique selling point yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi swasta lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofyan, 1998, Manajemen Pemasaran, Edisi 4, LP3ES, Jakarta.

Kartajaya, Hermawan, 2002, Hermawan Kartajaya On Marketing, P.T. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kotler, Philip, 2002, Marketing Management, diterjemahkan oleh Hendra Teguh, Ronny A. Rusli, dan Benjamin Molan, Jilid 1, P.T. Prenhallindo, Jakarta.

Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2001,.Principles of Marketing, diterjemahkan oleh Damos Sihombing M.B.A, Edisi 8, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Mowen, John.C dan Michael Minor, 2002, Consumer Behaviour, diterjemahkan oleh Lina Salim, Edisi 5, Erlangga, Jakarta.

Naresh, Malhotra, 1996, Marketing Research : An Applied Orientation, Second Edition, Prentice Hall International, New Jersey..

Ndara, Taliziduhu, 1998, Manajemen Perguruan Tinggi, Bina Aksara, Jakarta

Purwadi, Budi, 2000, Riset Pemasaran, P.T. Grasindo, Jakarta.

Rangkuti, Fredy, 2002, Create Effective Marketing Plan, Teknik Membuat Rencana Pemasaran Berdasarkan Nilai Konsumen dan Analisis Kasus, P.T. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Riduwan, 2003, Dasar – dasar Statistika, Alfabeta, Bandung.

Robbins, Stephen P, 1996, Perilaku Organisasi, diterjemahkan oleh Hadyana Pujaatmaka, Jilid I, P.T. Prenhallindo, Jakarta.

Santoso, Singgih, 2000, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, P.T. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Singarimbun, Masri dan Effendi Sofian, 1995, Metode Penelitian Survei, P.T. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.

Solomon, Michael.R and Elnora W. Stuart, 2003, Marketing, Real People, Real Choices, Third Edirion, Prentice Hall International, New Jersey.

Swastha, Basu dan Handoko, T. Hani, 2000, Manajemen Pemasaran : Analisa Perilaku Konsumen, Liberty, Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy, 2001, Strategi Pemasaran, ANDI, Yogyakarta.

Umar, Husein, 2003, Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa, Ghalia Indonesia, Jakarta.


1 comment:

  1. assalamualaikum...
    mbak, bisa liat contoh kuesionernya gk??
    kebetulan saya sedang buat penelitian yang teknik pengumpulan datanya berdasarkan kuesioner.
    mohon bantuannya ;D
    terimakasih

    ReplyDelete